Jumat, 25 Mei 2012
Lebak: Nelayan Belum Dapat Bantuan Yang dijanjikan Depsos
Sabtu, 07 Agustus 2010 14:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/8 (SIGAP) – Nelayan di Kabupaten Lebak, Banten, mempertanyakan bantuan bahan pokok yang dijanjikan Kementerian Sosial. Pasalnya hingga kini ini belum ada realisasi atas bantuan dijanjikan itu.

Demikian dikatakan Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lebak, Ade Supriyadi, Sabtu (7/8). "Kami sangat mendambakan bantuan itu karena nelayan sudah lama tidak melaut akibat cuaca buruk," pinta Ade.

Dijelaskan Ade, pihaknya sudah menyampaikan laporan tentang jumlah nelayan pesisir Lebak yang akan menerima bantuan bahan pokok sehubungan dengan terjadinya musim paceklik.

Ade menambahkan, saat ini sebagian besar nealayan tidak melaut karena cuaca buruk yang melanda dalam beberapa bulan terakhir. Sehingga nelayan sangat membutuhkan bahan pokok karena mereka kesulitan ekonomi sehari-hari, kata Ade.

Rekait hal ini, pihaknya mempertanyakan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten karena penyaluranya melalui dinas sosial setempat.

"Kami sangat berharap bantuan itu segera disalurkan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lebak Agus Taman mengaku pihaknya dalam waktu dekat ini dinas sosial dan Bulog Banten sudah siap menyalurkan bahan pokok berupa beras.

Agus menjelaskan, jumlah nelayan yang akan menerima bantuan beras sebanyak 3.140 kepala keluarga atau 12.000 jiwa dan setiap orang mendapat beras sebanyak 0,4 kilogram selama 14 hari.

"Penyaluran beras itu dipastikan pekan ini dan nelayan diminta bersabar karena bantuan akan disalurkan," katanya.

Sementara itu, sejumlah nelayan tempat pelelangan ikan (TPI) Bayah menyambut gembira dengan adanya penyaluran bantuan beras karena mereka sangat berharap bantuan akibat cuaca buruk.

"Saya kira bantuan itu tentu sangat meringnkan beban ekonomi keluarga, apalagi saat ini menjelang Ramadhan," kata Ujang (55) seorang nelayan TPI Bayah Kabupaten Lebak.

Berdasarkan pantauan SIGAP, sejak menjelang akhir Juli 2010 terjadi cuaca buruk di perairan Banten Selatan sehingga menyebabkan sebagian nelayan di Pantai Bayah, Kabupaten Lebak, enggan melaut. Akibatnya, sedikit tersedia ikan yang dilelang di tempat pelelangan ikan Bayah.

Berkurangnya tangkapan tersebut akibat cuaca buruk sehingga memilih tinggal di rumah sambil memperbaiki alat tangkap yang kondisinya sudah rusak.

Akibat nelayan tidak melaut kini produksi ikan menurun sekitar 50-60 persen.  (laporan rusman/ant)

 

 

Arsip Berita