Jumat, 25 Mei 2012
Bengkulu: Sebanyak 4.559 Ayam Mati Mendadak
Sabtu, 07 Agustus 2010 07:17
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/8 (SIGAP) - Sebanyak 4.559 ayam mati mendadak di Bengkulu dalam 2 bulan terakhir. Ini menimbulkan kekhawatiran dari masyarakat bahwa ayam-ayam tersebut terjangkit virus flu burung.

Sementara Koordinator Pengendalian Penyakit Flu Burung Bengkulu Emran Kuswadi, Sabtu (7/8), mengatakan, sebagian ayam yang mati mendadak itu memang terjangkit virus flu burung atau H5N1.

Menurut Emran, virus tersebut mengakibatkan 559 unggas milik masyarakat di beberapa kabupaten/kota mati dalam satu bulan ini.

Dijelaskan Emran, ayam sebanyak itu terdapat di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu, dan telah dimusnahkan serta dilakukan tindakan penyemprotan.

Sementara kasus 4.000 ayam yang mati mendadak dalam 2 bulan lalu di Kabupaten Seluma, Povinsi Bengkulu, bukan disebabkan virus H5N1 seperti yang terjadi di Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah dan Kepahiang.

Hasil pemeriksaan petugas menunjukkan kematian ayam tersebut disebabkan serangan penyakit koyang.

Dijelaskan Emran, penyakit tersebut dapat mematikan unggas tetapi tdak berbahaya bagi kesehatan manusia, ujarnya.

Dalam 2 bulan ini jumlah ayam yang mati mendadak di Kabuaten Seluma mencapai 4.000 ekor yang mengakibatkan warga setempat mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

"Sejak dua bulan lalu kami mencemaskan penyakit tersebut akan menyerang manusia karena ayam milik warga setempat sudah terjangkit dan mati sebanyak 4.000 ekor," kata Kepala Desa Sukamaju, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Hamid.

"Akibat kasus penyakit pada unggas tersebut warga di daerah ini mengalami kerugian mencapai Rp50 juta," katanya.

Untuk mencegah kerugian lebih besar lagi, katanya, pemerintah daerah ini perlu mengambil langkah untuk mengatasi serangan penyakit tersebut. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita