Jumat, 25 Mei 2012
Presiden Tinjau Hasil Pembangunan SD Pasca Gempa di Jawa Barat
Sabtu, 07 Agustus 2010 07:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/8 (SIGAP) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau hasil proses rehabilitasi dan rekonstruksi 2 buah sekolah yang rusak akibat bencana gempa bumi di Jawa Barat tahun lalu.

"Hari ini, saya melihat langsung hasil pembangunan kembali daerah setelah mengalami kerusakan sebab gempa," kata Presiden di Sekolah Unggulan Cinta Kasih 1 dan 3 di Pangalengan, Jawa Barat, Sabtu (7/8) pagi.

Peninjauannya yang dilakukan Presiden SBY merupakan bagian dari kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Barat selama 2 hari, 6 dan 7 Agustus.

Seperti diketahui sebelumnya, kedua sekolah tersebut merupakan satu dari sejumlah sekolah di Provinsi Jawa Barat yang mengalami kerusakan parah akibat bencana gempa bumi 2 September 2009.

Dalam kunjungan itu nampak Presiden didampingi oleh antara lain Ibu Ani Yudhoyono, Mendiknas Mohammad Nuh, Menpora Andi Mallarangeng, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Juru Bicara Kepresidenan Julian A Pasha dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Menurut Ahmad Heryawan, pembangunan kedua sekolah dasar tersebut menelan biaya senilai Rp7miliar itu dilakukan oleh Yayasan Budha TzuChi dan Kodam III Siliwangi.

Diinformasikan Ahmad Heryawan, akibat gempa September 2009 tersebut 2.689 fasilitas sekolah di Jawa Barat mengalami rusak berat, 885 rusak sedang dan 1660 rusak ringan.

Hingga paruh tahun 2010, menurut Ahmad, dengan perpaduan dana dari APBN, APBD dan masyarakat, maka separuh dari fasilitas pendidikan yang rusak telah berhasil dibangun.

Ibu Ani Yudhoyono pada kesempatan itu menyerahkan bantuan piranti komputer bagi kedua SD tersebut.

Sebelum menjadi Sekolah Dasar Negeri Unggulan Cinta Kasih 1 dan 3, nama kedua sekolah itu adalah SDN 1 dan 3 yang kondisinya bangunan sekolahnya cukup memprihatinkan pascagempa.

Seperti diketahui, pada 2 September 2009, kawasan Tasikmalaya, Jawa Barat digoncang gempa bumi berkekuatan 7,3 SR. (laporan rusman/ant)



 

Arsip Berita