Jumat, 25 Mei 2012
Sultra: 7 Kabupaten Jadi Sentra Produksi Sapi
Sabtu, 07 Agustus 2010 06:48
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/8 (SIGAP) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menfokuskan perhatian pada tujuh kabupaten yang menjadi sentra produksi sapi. Langkah ini sebagai upaya untuk mendukung terwujudnya program swasembada daging nasional tahun 2014.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Sultra, Simon Mantong, di Kendari, Sabtu (7/8). Dijelaskan Simon, ke-7 kabupaten di Sultra yang menjadi sentra produksi sapi itu yakni Kabupaten Buton, Muna, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Kolaka dan Kolaka Utara.

Ditambahkan Simon, tahun 2010 setiap kabupaten tersebut mendapatkan alokasi bantuan penguatan modal sekitar Rp1 miliar untuk sejumlah kelompok usaha ternak sapi yang terbentuk di setiap desa potensi peternakan hewan itu.

"Salah satu upaya untuk mewujudkan program swasembada daging nasional 2014 yaitu dengan pemberian bantuan penguatan modal kepada peternak, dan melalui wadah kelompok usaha ternak sapi yang ada desa itu diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik, untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil ternak mereka," ujarnya.

Simon menjelaskan, pihaknya telah mensosialisasikan kepada kalangan peternak di daerah tersebut, tentang mekanisme untuk mendapatkan bantuan penguatan modal, antara lain setiap kelompok peternak sapi membuat usulan dana dalam bentuk proposal.

"Proposal yang diusulkan kelompok peternak ini akan diverivikasi, selanjutnya tim dari Dinas Pertanian Sultra akan meninjau ke lapangan untuk menilai layak tidaknya kelompok usaha ternak itu mendapatkan bantuan modal tersebut," ujarnya, seraya menambahkan, bantuan modal ini akan disalurkan bervariasi antara Rp250juta hingga Rp350 juta setiap kelompok usaha ternak.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan untuk mewujudkan program swasembada daging nasional, yakni dengan bantuan adopsi teknologi peternakan sapi, seperti teknologi inseminasi buatan dan pengendalian penyakit hewan, di samping upaya lain, dengan pengaturan terhadap pengeluaran dan pemasukan hewan ternak.

Simon mengatakan, jumlah populasi ternak sapi di Sultra tahun 2009 sekitar 253.101 ekor, dan pihaknya mentargetkan peningkatan produksi ternak tersebut tahun 2010 naik sampai 5%.

Berdasarkan catatan SIGAP, sektor peternakan merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru khususnya bagi sektor pertanian dan perekonomian nasional pada umumnya. Pada tahun 2006 Badan Pusat Statistik mencatat bahwa subsektor peternakan menyumbang Rp. 33 309.9 Milyar (12.75%) dari jumlah total PDB sektor pertanian secara nasional.
Permintaan terhadap komoditi peternakan sebagai sumber protein hewani diperkirakan akan semakin meningkat akibat peningkatan jumlah penduduk dan  meningkatnya kesadaran akan gizi masyarakat. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita