Jumat, 25 Mei 2012
Bank Mandiri Kucurkan Rp19,33 Triliun Untuk UKM
Kamis, 05 Agustus 2010 03:49
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/8 (SIGAP) - Bank Mandiri hingga Juni 2010 telah menyalurkan kredit Mandiri Business Banking sebesar Rp19,33 triliun.

Demikian disampaikan Senior Vice President Business Banking I Tatang Tabroni di Balikpapan, Rabu (4/8). Tatang mengatakan Mandiri Business Banking adalah sebutan untuk kredit sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Dijelaskan Tatang, jumlah kredit yang telah disalurkan Bank Mandiri sebesar Rp 19,33 triliun itu naik 24% dari penyaluran semester pertama tahun 2009 yang mencapai Rp15,5 triliun.

Kredit tersebut disalurkan kepada 26.454 nasabah dari seluruh Indonesia. Besar kredit Mandiri Business Banking mulai dari Rp100 juta hingga Rp5 miliar. Kredit tersebut berupa kredit modal kerja atau kredit investasi.

"Ini komitmen Bank Mandiri untuk kemajuan sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Tatang.

Tidak hanya menyalurkan kredit, dalam skema Mandiri Business Banking, Bank Mandiri juga memberikan pelatihan, motivasi, hingga mencarikan relasi bagi nasabahnya. Ditambahkan Tatang, Bank Mandiri ingin nasabah terus maju dan berkembang.

Berdasarkan catatan, Mandiri Business Banking telah memiliki 177 kantor di seluruh Indonesia. Di Balikpapan, kantor Mandiri Business Banking terdapat di Hub Bank Mandiri, Jalan Jendral A Yani No 15.

Dijelaskan lebih lanjut, di kantor Mandiri Business Banking terdapat berbagai fasilitas pembiayaan yang sesuai dengan beragam karakter bisnis nasabah. Diantaranya adalah Kredit Usaha Produktif, Kredit Usaha Rakyat, Kredit Waralaba, dan kredit-kredit untuk agribisnis seperti Kredit Plasma Skim Komersial, Kredit Pengembangan Energi Nabati-Revitalisasi Pertanian (KPEN-RP), dan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE).

Untuk menunjang program, Bank Mandiri menggelar pelatihan untuk nasabah Business Banking dalam bentuk seminar "Family Business Fiesta" bertajuk "Growing Together in Harmony" yang menampilkan pakar bisnis Dr AB Susanto dari The Jakarta Consulting Group.

Di Balikpapan sendiri, seminar ini dilangsungkan di Ballroom Hotel Gran Senyiur (4/8) dan diikuti 300 peserta.

Menurut Tatang, Family business atau usaha keluarga sendiri adalah tipikal dari banyak nasabah Mandiri Business Banking.

Rencananya seminar ini akan digelar di 10 kota di Indonesia. Selain Balikpapan, juga diselenggarakan di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Manado.

SIGAP mencatat, program UKM merupakan segmen pelaku usaha yang sangat besar dan tersebar di seluruh wilayah di semua sektor usaha. Selain itu, UKM merupakan penyedia kesempatan kerja, dimana dengan lahirnya usaha baru akan diikuti dengan terciptanya lapangan kerja yang baru. Sehingga UKM dapat menjadi sumber pengembangan inovasi dan pesemaian wirausaha baru.

Dengan UKM dapat memberikan pelayanan ekonomi luas. Sehingga terciptanya instrumen pemerataan yang efektif bagi masyarakat.

Namun berdasarkan penjelasan kementerian Koperasi  dan Usaha Kecil dan Menengah masih adanya permasalahan internal dalam program UKM ini, diantaranya mayoritas pelaku UKM memiliki tingkat pengetahuan, ketrampilan, entrepreneurship, wawasan dan jaringan, yang terbatas.

Agaknya pelatihan yang di lakukan Bank Maidri melalui pelatihan untuk nasabah Business Banking dalam bentuk seminar "Family Business Fiesta” menjadi salah satu pengetahuan penting untuk meningkatkan pengetahuan, ketarmpilan, entrepreneurship, serta menambah wawasan dan jaringan. (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita