Jumat, 25 Mei 2012
Koperasi Tetap Menjadi Soko Guru Perekonomian Nasional
Senin, 02 Agustus 2010 13:56
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 2/8 (SIGAP) – Koperasi masih tetap menjadi soko guru perekonomian nasional. Demikian dikatakan Wali Kota Bandarlampung, Eddy Sutrisno pada peringatan Hari Koperasi ke-63 bertema "Gerakan koperasi sebagai pilar ekonomi sebagai garda terdepan untuk kesejahteraan rakyat" di Kota Bandar Lampung, Senin (2/8).

Ditambahkan Eddy, koperasi tetap akan memberikan kontribusi besar dalam membangun perekonomian nasional dan koperasi memiliki kemampuan melayani untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hari Koperasi yang diperingati setiap 12 Juli itu, lanjutnya, dapat mejadi wadah bersama mengatasi persoalan ekonomi dan membangun peluang usaha. Selain itu, melalui koperasi dapat melakukan pemberdayaan potensi ekonomi yang dimiliki anggota dengan semangat kekeluargaan.

Eddy menegaskan, koperasi harus memperkuat konsolidasi internal dengan meningkatkan partisipasi anggota serta melakukan kerjasama antar koperasi dan badan usaha lainnya.

Selain itu Eddy mengatakan, pemerintah tetap konsisten menciptakan pertumbuhan koperasi dengan memberikan bimbingan, kemudahan serta perlindungan kepada koperasi.

"Kebijakan tersebut merupakan amanat Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian," kata Eddy menambahkan.

Pada peringatan Hari Koperasi kali ini diserahkan penghargaan kepada sejumlah koperasi berprestasi di kota itu. Koperasi yang mendapatkan penghargaan tersebut terbagi dalam beberapa kategori yakni kelompok koperasi pegawai Republik Indonesia, koperasi karyawan, koperasi simpan pinjam, koperasi TNI/Polri, koperasi lainnya.

Untuk koperasi pegawai RI, KPRI Karya Sehat (RSUD Abdul Moloek) meraih koperasi berprestasi, kategori koperasi karyawan diraih oleh Kopkar Budi Bhakti, kategori simpan pinjam diraih KSP Kopdit Sejahtera.

Selanjutnya, untuk kategori koperasi TNI/Polri yakni Primkopad Korem 043/Garuda Hitam, koperasi lainnya diraih oleh Koperasi Baitul Tamwil Muhammadiyah.

Untuk koperasi perdagangan diraih toko Sidqy, dan sektor jasa dan industri pemenangnya Kain Perca Adinda.

Sementara itu, untuk koperasi tingkat nasional diraih KPRI Karya Sehat dan Koperasi Baitut Tamwil Muhammadyah.

Sementara itu, pada peringatan koperasi di Kota Bandung, Walikota Bandung Dada Rosada mengatakan koperasi masih dihadapkan pada tiga persoalan mendasar, yakni citra sebagai golongan ekonomi lemah, kontribusi nominal yang masih rendah dibanding swasta, serta belum meratanya kesadaran masyarakat untuk berkoperasi, kata Wali kota Bandung Dada Rosada.

"Koperasi sering terkendala terbatasnya partisipasi anggota terhadap modal sendiri, ketiadaan agunan mengakses permodalan ke perbankan, serta kesulitan menyikapi peluang usaha barang dan jasa," katanya pada puncak peringatan Hari Koperasi ke 63 Tingkat Kota Bandung, di Plaza Balai Balaikota , Senin (2/8). (laporan Panji Al Husein/ant).

 

Arsip Berita