Jumat, 25 Mei 2012
Wapres: Kita Tidak Menganut Asas Trickle Down Effect
Jumat, 30 Juli 2010 09:15
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/7 (SIGAP) – Wakil Presiden Boediono menegaskan bahwa kita tidak menganut trickle down effect. Demikian disampaikan Wapres saat meninjau Sekretariat Tim Nasional Percepatan  Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Senin 26 Juli 2010.

Ditegaskan Wapres, bahw kita tidak bisa hanya membiarkan ekonomi tumbuh begitu saja dan menunggu efeknya menetes ke bawah, sampai ke lapisan yang termiskin. "Kita semua harus proaktif menjalankan upaya pengentasan kemiskinan," tegas Wapresdi Kantor TNP2K  di Gedung Grand Kebon Sirih.

Turut hadir  dalam acara tersebut, Menteri Negara Perencanaan  Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional  Armida Alisjahbana, Kepala Unit Kerja Presiden Pengawasan dan  Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, Wakil Menteri PPN  Lukita Tuwo, Deputi Sekretariat Wakil Presiden bidang Kesejahteraan  Rakyat yang juga Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto. Hadir pula Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia, Paul Robilliard.

Dalam sambutannya itu, Wapres meminta, TNP2K harus bekerja lebih sistematis, jangan  terlena, jaga harga-harga bahan pokok yang berdampak langsung pada kelompok termiskin.

"Semua perbaikan indikator  ini harus memacu semangat kita supaya  bekerja lebih keras. Kita sudah melihat hasil awal yang baik, ini harus  kita tingkatkan lagi," kata Wapres Boediono.

Wapres meminta percepatan melalui beberapa langkah, pertama, menyempurnakan jaring pengaman sosial yang ada. Jaring pengaman sosial mencegah  penduduk yang sudah terentaskan jatuh kembali ke bawah garis kemiskinan.  Sedangkan pelaksanaan program bantuan sosial berbasis keluarga seperti Program  Keluarga Harapan (PKH) harus ditingkatkan. Dirinya meminta dalam waktu dekat harus  diselesaikan penyempurnaan data rumah tangga sasaran.

Kedua, meningkatkan program-program pelayanan dasar  seperti pendidikan, kesehatan, sanitasi dan air bersih kepada kelompok  penduduk miskin dan dekat miskin. Fokusnya adalah meningkatkan akses  pelayanan dasar itu bagi kelompok sasaran.

Ketiga, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)  Mandiri ditingkatkan sambil terus memperbaiki penetapan sasaran dan  pelaksanaannya di lapangan. Keempat, Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus  ditingkatkan dan diperbaiki pelaksanaannya di lapangan agar menjangkau  seluruh lapisan masyarakat.

Seperti diketahui, asas trickle down effect merupakan ekonomi arus utama dizaman orde baru. (laporan wa prasetya/ant)


 

Arsip Berita