Jumat, 25 Mei 2012
Warga Tambun Selatan Desak Normalisasi Kali Jambe
Jumat, 30 Juli 2010 08:51
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/7 (SIGAP) -  Warga Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mendesak pemerintah setempat melakukan normalisasi Kali Jambe yang hingga kini mengalami sedimentasi. 
"Kali Jambe panjangnya sekitar lima kilo meter yang terbentang di Kecamatan Jatimulya hingga Mangun Jaya. Kali ini selalu jadi penyebab banjir karena sudah dangkal," ujar Fariel (33), warga Mangunjaya, saat berdialog dengan rombongan DPRD Jabar, di Cikarang, Rabu (28/7).

Menurutnya, sejumlah saluran Kali Jambe telah mengalami kekeringan karena pendangkalan dan tertutup tanah, sehingga warga setempat berinisiatif menanami lokasi tersebut dengan pohon pisang. "Kali yang kering dimanfaatkan warga dengan menanam pohon pisang. Bila terjadi hujan selama lebih dari empat jam pasti terjadi luapan dan menggenangi rumah-rumah warga hingga ketinggian satu meter," katanya.

Mengomentari permintaan warga, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Buyung Iksal, mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan aspirasi tersebut di provinsi, dengan menganggarkan dana untuk normalisasi Kali Jambe.

"Tambun Selatan merupakan wilayah padat penduduk, sehingga saluran kali yang melintasi wilayah ini perlu mendapat perhatian serius. Dana yang akan diajukan ke APBD Provinsi, sekitar Rp3 Miliar. Namun, masih diperlukan dana pendamping, misalnya dari APBD Kabupaten Bekasi," kata Buyung.

Buyung menambahkan, dampak dari kegiatan normalisasi kali akan membuat beberapa rumah di sekitar bantaran yang tergusur guna jalur perlintasan alat berat pengeruk lumpur. "Namun, kami akan memberi dana kompensasi bagi warga yang rumahnya terkena dampak proyek tersebut," ujarnya.

Menanggapi dampak normalisasi tersebut, Faisal, peneliti  Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), berharap agar penggusuran rumah warga di sekitar bantaran Kali Jambe, dilakukan secara persuasif.  “Penggusuran harus mempertimbangkan sisi kemanusiaan mereka,” tegas alumnus Jurusan Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini kepada SIGAP, Jumat (30/7).

Mantan wartawan harian ini mengutarakan, agar proses normalisasi Kali Jambe yang bertujuan untuk mencegah banjir jangan menimbulkan persoalan baru. “Istilahnya, jangan mengatasi masalah tetapi timbul masalah sosial baru, penggusuran rakyat kecil,” imbuh Faisal.

Lebih jauh Faisal tidak menampik bahwa upaya pembangunan terkadang  meminta ‘tumbal’. “Korbannya pasti rakyat kecil. Oleh sebab itu, berharap pihak Pemda Bekasi lebih arif dan bijak dalam persoalan ini,” katanya. (laporan Sofyan Badrie/ant)

 

Arsip Berita