Jumat, 25 Mei 2012
PLN Butuh Dukungan Pemkab Mimika Bangun PLTU
Jumat, 30 Juli 2010 03:13
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/7 (SIGAP) - Asisten Enginering Perencanaan dan Evaluasi Pembangkitan PLN Cabang Jayapura, Trimanto kepada ANTARA di Timika, Kamis mengatakan, pekan lalu General Manajer PLN Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulmapa), Andi Pahirange telah menemui Wakil Bupati Mimika Abdul Muis untuk membicarakan kelanjutan proyek PLTU Paumako Timika.

Dalam pertemuan tersebut, Perusahaan Listrik Negara (PLN) intinya membutuhkan dukungan Pemkab Mimika, Papua untuk merealisasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara di Pelabuhan Paumako, Distrik Mimika Timur.

"PLN sangat mengharapkan PLTU Paumako Timika bisa direalisasikan. Namun dengan biaya dua kali lipat dari anggaran yang ditetapkan, sangat mustahil proyek tersebut terealisasi tanpa dukungan Pemkab Mimika," kata Trimanto.

Mantan Manajer PLN Timika itu mengatakan, sedianya PLTU Paumako Timika yang menjadi bagian dari pengadaan 10 ribu mega watt listrik secara nasional sudah dikerjakan sejak 2007.

Namun sejumlah perusahaan yang mengikuti proses pelelangan mengajukan penawaran yang sangat tinggi, jauh di atas pagu yang ditetapkan PLN.

Tingginya penawaran oleh perusahaan-perusahaan yang mengikuti tahapan pelelangan di Jakarta lantaran biaya penimbunan lokasi yang akan dibangun PLTU Paumako Timika sangat besar.

Biaya penimbunan lokasi pembangunan PLTU Paumako Timika, katanya, bisa sama dengan harga satu unit mesin pembangkit tenaga uap yang bernilai ratusan miliar.

"Proyek ini terbengkalai hanya karena biaya penimbunan lokasi yang memang sangat mahal," kata Trimanto.

Dikatakannya, lokasi pembangunan PLTU tersebut berada di kawasan Pelabuhan Paumako seluas 12 hektare yang dihibahkan oleh Pemkab Mimika.

Terhadap permintaan untuk mendukung pembangunan PLTU Paumako Timika, Wakil Bupati Abdul Muis belum bisa memberikan jawaban dan akan melaporkan hal itu kepada Bupati Mimika, Klemen Tinal.

Menurut Trimanto, PLTU Paumako Timika sebetulnya sangat diharapkan bisa beroperasi mengingat perkembangan pembangunan di Timika sangat pesat.

Meski Pemprov Papua berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kapiraya yang memanfaatkan arus Sungai Urumuka, namun proyek tersebut direncanakan baru bisa rampung dalam waktu 4 tahun.

Proyek PLTU Paumako Timika semula direncanakan berkapasitas 14 Mega Watt. Namun melihat perkembangan yang sangat pesat di Timika, PLN Pusat menambah kapasitas PLTU Paumako Timika menjadi 30 Mega Watt.

"Sampai saat ini belum ada kejelasan apakah proyek ini akan dilanjutkan atau tidak. PLN berharap dukungan dari Pemkab Mimika agar PLTU Paumako Timika bisa segera dikerjakan," harap Trimanto.

Sebelumnya, Tiga perusahaan asal RRC yang lulus tahap prakualifikasi beberapa waktu lalu telah melakukan survei ke lokasi pembangunan proyek PLTU Timika di Pelabuhan Paumako, Distrik Mimika Timur.

Selain Shangdong Mechine melalui perwakilannya PT Rekadaya dan Shangdong Electrical melalui perwakilannya PT Duta Graha Indah, satu perusahaan lain yang ikut melakukan survei saat itu yakni King Dao melalui perwakilannya PT Eco Teck.

Proyek PLTU Timika merupakan bagian dari program pengadaan 10 ribu mega watt listrik se-Indonesia dengan anggaran mencapai lebih dari Rp200 miliar. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita