Jumat, 25 Mei 2012
Manado: Apeksu Minta Pemerintah Kucurkan Dana Peremajaan Kelapa
Jumat, 30 Juli 2010 02:42
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/7(SIGAP) - Asosiasi petani kelapa sulawesi utara (Apeksu) meminta pemerintah mengucurkan dana talangan kelapa untuk membantu petani dalam melakukan peremajaan tanaman.

"Sebagian besar tanaman kelapa milik petani Sulut sudah berusia tua dan perlu segera diremajakan, untuk itu mendesak pemerintah adakan dana talangan kelapa," kata Sekjen Apeksu, Emil Mamesah di Manado, Kamis (29/7).

Emil mengatakan, peremajaan tanaman kelapa membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan dana talangan merupakan salah satu solusi agar program peremajaan segera berjalan.

"Peremajaan kelapa minimun harus mencapai satu juta pohon setiap tahun, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pabrik minyak goreng dan kebutuhan ekspor, guna mencapai hal tersebut perlu ada dana segar," katanya.

Pemerintah daerah tiap tahun mengucurkan dana, tetapi jumlahnya terlalu sedikit bila dibandingkan dengan luas areal tanaman kelapa yang harus segera direvitalisasi.

"Lebih dari separuh tanaman kelapa milik petani sudah berusia tua, dengan produksi yang terus menurun dari tahun ke tahun, untuk itu pemerintah harus serius membantu petani," kata Emil.

Tanaman kelapa merupakan sumber penghidupan utama masyarakat Sulut selain cengkih, maka sepantasnyalah bila mendapatkan perhatian yang lebih optimal oleh pemerintah.

Kepala Dinas Perkebunan Sulut, Jeff Rumbayan mengatakan, hingga tahun 2010 areal tanaman kelapa yang diremajakan sudah mencapai 4.400 hektare dengan jumlah bibit kelapa disebar ke petani mencapai 438.975 bibit kelapa.

"Kebijakan peremajaan tersebut dalam upaya mempertahankan produksi produk kopra sebagai salah satu produk turunan kelapa tetap tinggi, untuk itu perlu peran bukan hanya pemerintah tetapi juga petani turut melakukan penanaman," kata Jeff.
Seperti dilansir agroindonesia, Kementerian Pertanian menganggap dana untuk peremajaan kelapa masih minim. Selama ini masih sebatas dari anggaran pembiayaan belanja negara (APBN) yang nilainya tidak lebih dari Rp20-30 miliar/tahun. Padahal banyak perkebunan kelapa milik rakyat yang sudah uzur, sehingga produktivitasnya rendah.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Achmad Mangga Barani mengakui, tiap tahun pemerintah telah memprogramkan peremajaan tanaman kelapa milik rakyat. Namun skalanya terbilang masih minim hanya sekitar 18 ribu hektare. Padahal luas perkebunan kelapa di Indonesia mencapai 4 juta hektare.

Dari luas perkebunan kelapa tersebut diperkirakan hampir 50% atau 2 juta hekater sudah harus diremajakan. Karena umurnya sudah tua, produktivitasnya sangat rendah hanya 500 kg/hektare, padahal potensinya bisa mencapai 1,5-2 ton/ha.
Sedangkan dari Rp1,4 triliun anggaran untuk Ditjen Perkebunan, Rp1 triliun untuk program Gerakan Nasional (Gernas) Kakao, sisanya Rp 400 miliar dibagi-bagi untuk seluruh komoditi yang ditangani Ditjen Perkebunan sebanyak 127 komoditi. Untuk peremajaan kelapa, Kementerian Pertanian menyediakan anggaran dari APBN sekitar Rp20-30 miliar. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita