Jumat, 25 Mei 2012
Kulonprogo: Disperindag Segera Lakukan Sidak Elpiji
Kamis, 29 Juli 2010 07:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/7 (SIGAP) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah agen elpiji untuk mengantisipasi ledakan tabung elpiji.

"Karena ada pengaduan dari masyarakat, kami segera melakukan inpeksi mendadak (sidak) elpiji. Masalah elpiji ini tentu menjadi tanggung jawab bersama," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Kulon Progo Darto di Wates, Kamis (29/7).

Darto mengatakan, dalam sidak itu dinasnya akan meneliti kelayakan tabung gas dan aksesorisnya. Pasalnya, aksesoris yang beredar di masyarakat sejak pelaksanaan program konversi minyak tanah ke gas pada 2007 tidak layak pakai lagi.

"Kami akan memeriksa aksesoris, tabung dan dan kompornya, apakah layak pakai dengan standar nasional Indonesia (SNI) atau tidak, karena umur tabung hanya 5 tahun, sedangkan batas waktu penggunaan aksesoris seperti selang, seal dan regulator satu tahun," katanya.

Selain itu, katanya, Disperindag dan ESDM juga akan memeriksa ketersediaan gas di agen, pangkalan dan pengecer menjelang Ramadhan untuk mengetahui kelancaran distribusi gas.

"Saat ini di Kulon Progo masih terjadi kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram akibat kebijakan rayonisasi dengan sistem distribusi tertutup dan masih ada pasokan dari daerah lain di luar sistem distribusi. Untuk aksesoris, kami mengimbau pangkalan menyediakan ruber seal karena dari pemaparan polisi, kasus ledakan gas disebabkan ketidakberesan pada ruber seal," katanya.

Sebelumnya anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulon Progo Heri Sumardianto mendesak Disperindag dan ESDM segera melakukan sidak dan sosialisasi penggunaan elpiji kepada masyarakat

Pada Senin (26/7), rumah milik Yulia Himawati di Dusun Sukomoyo, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo terbakar akibat ledakan tabung elpiji ukuran 3 kilogram. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun dapur dan peralatannya habis terbakar.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui pertamina sudah menarik 1 juta tabung gas 3 kilogram dan secara bertahap akan menarik tabung gas 3 kilogram bermasalah yang berjumlah sekitar 45 juta tabung dari program konversi minyak tanah ke gas.

"Sekarang ini sudah ditarik 1 juta tabung 3 kilo gram," kata Sesmenko Kesra Indroyono Susilo usai rakor tabung gas di Kantor Menko Kesra, Jakarta, Kamis (29/7) seperti kepada primaonline.

Menurutnya, penarikan ini selanjutnya akan ditukar tabung gas baru secara gratis di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) setempat.

"Secara perlahan, secara alamiah tabung-tabung yang masih bergaransi 5 tahun itu belum bagus akan dikembalikan pada pabriknya," ungkapnya.

Untuk diketahui, selain tabung gas, asesorisnya seperti valve, selang dan regulator sudah dikaji ulang oleh kementerian perindustrian, dan diharapkan minggu ini semua yang tidak ber SNI sudah ditarik dan diganti dengan yang baru atau sudah berstandar nasional. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita