Jumat, 25 Mei 2012
Kotabaru: BRI Realisasikan KUR Rp13,29 Miliar
Kamis, 29 Juli 2010 06:25
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/7 (SIGAP) - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, hingga kini telah merealisasikan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp13,29 miliar kepada 1.690 orang/pengusaha kecil menengah.

"Realisasi kredit usaha rakyat (KUR) dari tahun ke tahun terus meningkat," kata Pemimpin Cabang BRI Kotabaru, Sudarno SE, di Kotabaru, Kamis, tanpa menyebutkan realisasi KUR tahun sebelumnya.

Besarnya pinjaman tersebut mulai kurang dari Rp5 juta hingga Rp500 juta.

Sudarno menjelaskan, berbeda dengan masa lalu, lembaga perbankan sifatnya menunggu pengajuan proposal dari masyarakat/pengusaha.

Akan tetapi, akhir-akhir ini terbalik, bank justru mencari masyarakat yang siap mengakses kredit usaha rakyat.
Selain kebijakan baru itu, masyarakat dan pengusaha semakin senang mendapatkan dana segar melalui KUR, karena bank juga mempermudah syarat pinjaman.

Seperti ada usaha yang aktif lebih dari 6 bulan, yang diharapkan dapat membayar angsuran KUR.

Dikatakan, jika sebelumnya masyarakat yang telah memiliki pinjaman di bank lain, seperti bank Danamon untuk kredit kendaraan, dan Bank BPR karena kredit perumahan, tidak diijinkan untuk mendapatkan KUR.

"Sedangkan saat ini masyarakat yang mempunyai pinjaman dana leasing di lembaga keuangan lain itu masih bisa mendapatkan pinjaman KUR dari BRI, asalkan usahanya layak dan dapat membayar angsuran," katanya.

Pemangkasan suku bunga KUR yang semula 16% menjadi 14%, juga menjadi pemicu semakin banyaknya masyarakat peminta pinjaman KUR.

Sudarno menambahkan, untuk memberikan pelayanan publik yang maksimal, BRI kini merekrut tenaga khusus di lapangan yang bertugas menangani khusus KUR.

"Bulan depan kita sudah punya dua mantri KUR, agar tugas pokok kita tidak terganggu," ujarnya.

Tujuan dari dikerjakannya mantri KUR diantaranya, agar serapan KUR optimal dan tidak mengalami kendala lagi.

Seperti diwartakan ANTARA sebelumnya, Menteri Negara Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan di Jakarta, Jumat (8/1) dalam jumpa pers evaluasi 2009 dan prospek 2010, mengatakan, pemerintah menambah 13 Bank Pembangunan Daerah (BPD) membantu bank `plat merah` menyalurkan KUR.

"Rapat Komite Kebijakan 21 Desember 2008 memutuskan untuk melibatkan 13 BPD," katanya.

Sebanyak 13 BPD yang telah disepakati untuk turut menyalurkan KUR adalah BPD Jatim, BPD Jateng, BPD DIY, BPD DKI, BPD Jabar Banten, BPD Nagari, BPD NTB, BPD Sulut, BPD Kalteng, BPD Kalsel, BPD Kalbar, BPD Maluku, dan BPD Papua.
BPD itu menambah jumlah penyalur KUR yang semula hanya 6 bank yakni BRI, BNI, Mandiri, BTN, Bank Syariah Mandiri, dan Bukopin.

Revitalisasi KUR juga melingkupi penerapan Sistem Informasi Debitur (SID) yang hanya berlaku bagi kredit di atas Rp5 juta. Sedangkan kredit di bawah Rp5 juta tidak diberlakukan SID.

Selain itu, penyesuaian bunga KUR untuk KUR ritel dari 16% turun menjadi 14% dan KUR mikro dari 24% turun menjadi 22%.

Sementara itu,  Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono, mengemukakan, bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) mempunyai dampak yang sangat besar terhadap usaha-usaha kecil. Karena pilar utama dari kekuatan ekonomi suatu bangsa adalah, banyak ditopang oleh usaha-usaha kecil tersebut.

‘’Usaha kecil itu tangguh, karena langsung berkegiatan di lapangan bersama masyarakat. Sehingga usaha kecil itu menjadi penopang usaha yang besar,’’sebutnya, dalam kesempatan kunjungan kerja, beberapa waktu lalu, di Banjarmasin.

Di samping itu usaha kecil tersebut, dapat menambah lapangan kerja. Dengan usaha kecil dan modal tertentu, biasanya lebih bisa mempekerjakan banyak orang. Sedari itulah, ke depannya KUR tetap dilanjutkan dan akan dipadukan dengan pembinaan serta pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM).

‘’KUR merupakan salah satu aspek pengembangan UKM dari segi pembiayaannya. Oleh karena itulah KUR diharapkan mampu memecahkan persoalan yang dihadapi para pelaku usaha kecil,’’harapnya seperti dilansir Kalimantan Post.  (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita