Jumat, 25 Mei 2012
Sragen: Kembangkan Pertanian Dengan Pupuk Organik
Kamis, 29 Juli 2010 03:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/7 (SIGAP) – Untuk mengembalikan kesuburan tanah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Jawa Tengah terus mengembangkan sistem pertanian secara organik.

"Saat ini kami mengupayakan penggunaan pupuk organik kepada kalangan petani di Sragen," kata Kepala Dinas Pertanian Sragen, Haryoto, di Sragen, Kamis.

Menurutnya, pentingnya penggunaan pupuk organik pada lahan pertanian di Sragen adalah untuk mengembalikan dan meningkatkan kesuburan tanah.

Ditmbahkan Haryoto, banyaknya tingkat pemakaian pupuk kimia di Sragen selama ini dinilai telah mengurangi tingkat kesuburan tanah yang menjadi lahan pertanian.

Saat ini, kata Haryoto, ada 183 hektare lahan pertanian organik yang sudah bersertifikasi.

"Untuk waktu ke depannya kami akan menambah lahan pertanian yang bersertifikasi tersebut. Selain itu, kami juga menyasar lahan-lahan yang belum bersertifikasi untuk program pertanian organik," kata Haryoto.

Selain menyasar ke petani, lanjutnya, Pemkab Sragen juga mengupayakan dua pabrik pupuk besar milik Pupuk Sriwijaya dan Petrokimia Gresik untuk memproduksi pupuk organik.

Pemkab Sragen mengupayakan seluruh sampah organik di wilayahnya dapat habis untuk produksi pupuk organik.

Haryoto menambahkan, selain pupuk organik, saat ini pihaknya juga telah menerapkan penggunaan pestisida dengan bahan organik yang risikonya lebih kecil dibandingkan dengan pestisida dengan bahan kimia.

Saat ini, lanjut Haryoto, pihaknya juga mengembangkan pengembangbiakan cacing Thailand untuk kebutuhan produksi pupuk organik.

Seperti diketahui, meski melalui proses pembuatan yang lebih lama, pupuk organik terbukti lebih ampuh meningkatkan kesuburan tanah. Setidaknya in dikatakan Sutarmin, salah satu produsen pupuk organik yang menjadi binaan Pemkab Sragen.

"Akan tetapi, proses pembuatan yang lama tersebut sudah kami siasati dengan pemanfaatan cacing Thailand yang membantu proses fermentasi sampah organik jadi lebih cepat," katanya.

Bahkan, kata Tarmin, cara membuat pupuk organik dengan bantuan cacing Thailand saat ini telah diadaptasi daerah lain seperti Aceh dan Sumatera Utara.

Sejatinya, pertanian organik merupakan teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan.

Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat.

Berdasarkan catatan SIGAP, Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya hayati tropika yang unik, kelimpahan sinar matahari, air dan tanah, serta budaya masyarakat yang menghormati alam, potensi pertanian organik sangat besar. Pasar produk pertanian organik dunia meningkat 20% per tahun, oleh karena itu pengembangan budidaya pertanian organik perlu diprioritaskan pada tanaman bernilai ekonomis tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Peran pertanian organik baik dalam produksi, pengolahan, distribusi dan konsumsi bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesehatan ekosistem dan organisme, dari yang terkecil yang berada di dalam tanah hingga manusia.

Dengan kata, pertanian organik dimaksudkan untuk menghasilkan makanan bermutu tinggi dan bergizi yang mendukung pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan. Mengingat hal tersebut, maka harus dihindari penggunaan pupuk, pestisida, obat-obatan bagi hewan dan bahan aditif  makanan yang dapat berefek merugikan kesehatan.  (laporan rusman/ant)


 

Arsip Berita