Jumat, 25 Mei 2012
Data Terbaru BPBD: Gempa Sumbar Merusak 249.833 Rumah
Kamis, 29 Juli 2010 02:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/7 (SIGAP) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat merilis data terbaru terkait gempa 7,9 SR yang diikuti tanah longsor di Sumbar pada 30 September 2009 lalu. Diinformasikan BPBD, bencana alam tersebut menyebabkan 249.833 unit rumah rusak.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstuksi BPBD Sumbar, Oktavianus dalam workshop revisi rencana aksi daerah dalam mengurangi resiko bencana dan penguatan peran jurnalis dalam penyebaran informasi penanggulangan bencana di Padang, Rabu (28/7).

Dijelaskan Oktavianus, dari 249.833 unit rumah rusak. sebanyak 114.797 unit diantaranya mengalami rusak berat, roboh atau rata dengan tanah. Sementara sebanyak 67.198 unit mengalami rusak sedang dan 67.838 unit rusak ringan.

Diinformasikan, fasilitas lain yang mengalami kerusakan yakni, perkantoran sebanyak 442 unit, sarana prasarana pendidikan (4.748), kesehatan (153), jembatan (68), pasar (58) dan tempat ibadah (2.851).

Dirinya menjelaskan, dari 249.833 unit warga rumah yang rusak, terbanyak di Kota Padang mencapai 107.028 unit, lalu Kabupaten Padang Pariaman (87.167), Kabupaten Agam (19.946), Kota Pariaman (13.405) dan Kabupaten Pesisir Selatan (10.262).

Kemudian, Kabupaten Pasaman Barat (9.148), Kabupaten Pasaman (1.141), Kota Padang Panjang (594), Kabupaten Solok (745) Tanah Datar (248), Kabupaten Kepulauan Mentawai (139) dan Kota solok (10).

Total kerugian materi akibat bencana yang juga merenggut 1.195 jiwa ini ditaksir mencapai Rp21,58 triliun.

Seperti diinformasi SIGAP sebelumnya, didalam Peta Bahaya Gempa Indonesia 2010, yang dipaparkan di Istana Negara beberapa waktu lalu, Sumbar diprediksi masih menyimpan potensi gempa besar yang berpotensi tsunami di perairan Mentawai. Ada 637 dusun yang masuk zona merah tsunami ini. Serta ada 500 ribu hingga 600 ribu nelayan yang mendiami pesisir kawasan tersebut, terancam bahaya.

Menurut Probabilitic Seismic Hazard Analysis Map 2010, tingkat guncangan di Kota Padang meningkat dari 0,25 g (grafitasi) menjadi 0,32 g. Data baru tersebut, menjadi fakta ilmiah bagi Sumbar untuk waspada menghadapi gempa.

Dari simulasi para ahli gempa, jika energi besar di kedalaman perairan Mentawai melepaskan diri, akan terjadi gempa yang kekuatannya bisa mencapai 9,0 SR. Gempa ini juga diprediksi akan menyebabkan tsunami. Kekuatan tsunami itu diperkirakan akan menghantam 637 dusun,  yang berada di 7 kabupaten dan kota di Sumbar.

Sedikitnya, 500 ribu hingga 600 ribu jiwa yang berprofesi sebagai nelayan mendiami kawasan tersebut, terancam jiwanya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita