Jumat, 25 Mei 2012
NTB Berhasil Bina 252 Kelompok Peternak Lewat Program BSS
Rabu, 28 Juli 2010 07:06
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/7 (SIGAP) – Sebanyak 252 kelompok peternak di Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil dibina melalui Program Bumi Sejuta Sapi (BSS). Kegiatan dengan dana Rp30,30 miliar ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB.

"Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2009 sebesar Rp4,54 miliar dan Anggaran Pendapana dan Belanja Negara (APBN) Rp25,48 miliar," kata Gubernur NTB. KH. M. Zainul Majdi di Mataram, Rabu.

Menjawab pertanyaan Fraksi-Fraksi DPRD NTB terhadap Raperda APBD Perubahan tahun 2010, gubernur menjelaskan, dana tersebut telah digunakan petani peternak untuk pengadaan sebanyak 4.351 sapi.

Selain itu, stimulan kandang kelompok sebanyak 27 unit, rekrutmen Sarjana Pembangunan Desa Peternakan sebanyak 50 orang serta pengembangan unit lokasi inseminasi buatan 8 unit.

Dikatakan Zainul, perkembangan populasi sapi sejak dimulainya program BSS pada Januari 2009 telah menjadi 616.649 ekor pada Juni 2009.

Sementara perkembangan harga ternak di pasar cukup kondusif, yakni sapi potong Rp24.000 hingga Rp25.000 per kg berat hidup dan sapi bibit berkisar Rp3,8 juta hingga Rp4 juta per ekor.

Menurut Zainul, guna mensukseskan program BSS Pemprov NTB mengeluarkan sejumlah regulasi antara lain mengatur tata niaga ternak antar pengendalian pemotongan sapi betina produktif dan pembibitan sapi berbasis masyarakat. Regulasi tersebut dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Gubernur NTB.

Program tersebut dicanangkan Desember 2008 dan setiap tahun populasi ternak sapi NTB menunjukkan peningkatan cukup signifikan.

Semenatara dilaporkan, populasi ternak sapi NTB pada 2008 tercatat 546.114 ekor naik menjadi 683.347 ekor pada 2009, sementara untuk 2010 diperkirakan akan naik menjadi 780.772 ekor.

Untuk itu program BSS mendapat perhatian cukup serius dari pemerintah pusat, bahkan akan menjadi contoh di berbagai daerah di Indonesia dan telah mendapat dukungan positif dari presiden.

NTB tidak hanya dikenal sebagai gudang padi, namun juga sebagai gudang ternak, sehingga tidak kurang dari 35.000 ekor ternak potong berupa sapi dan kerbau dikirim ke Jakarta dan Jawa Barat, untuk memenuhi konsumen.

Berdasarkan pantauan SIGAP, Program BSS dijadikan ikon oleh pemrov NTB dengan kriteria sebagai lumbung daging nasional pada 2013 mendatang.

Program BSS NTB 2010 ini diperketat bagi kelompok penerima bantuan. Pasalnya, banyak kelompok yang berminat mengajukan proposal untuk mendapatkan dana segar tersebut. Setidaknya ini dikatakan Kepala Dinas dan Kesehatan Hewan NTB, Abdul Samad seperti yang dilansir lombokpost, beberapa waktu lalu. Menurut Samad, kelompok yang telah mengajukan proposal saat ini lebih dari 800 kelompok, padahal di tahun 2010 anggaran yang tersedia hanya untuk 37 kelompok.  (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita