Jumat, 25 Mei 2012
BMKG Padang: Waspada Angin Kencang di wilayah Sumbar
Rabu, 28 Juli 2010 07:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/7 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang mengeluarkan peringatan akan adanya angin kencang yang berpotensi terjadi secara mendadak pada malam dan dinihari di wilayah Sumatera Barat, terutama bagian pesisir.

Demikian disampaikan Analis BMKG Kota Padang, Budi Imam Samiaji di Padang, Rabu (28/7). Untuk itu Budi mengingatkan, agar masyarakat yang berada di wilayah Pesisir Selatan, Padang, Padangpariaman, Agam dan Pasaman Barat waspada akan terjadinya potensi angin kencang tersebut.

Warga Kota Padang, Rabu dinihari, sempat dikagetkan dengan angin kencang yang secara mendadak menerpa, bahkan berlangsung hampir 3 jam.

Di sejumlah tempat di Padang dan sekitarnya, angin kencang tersebut sempat menyebabkan tumbangnya sejumlah pohon hingga mengakibatkan kerusakan atap rumah.

Terkait kondisi ini, Muhammad Alber, warga Ambang Padang juga menyampaikan kepada SIGAP, Rabu (28/7). “Tadi malam jam satu terjadi angin kencang dan badai. Sekarang cuaca cerah. Gak tau kalo sore nanti. Cuaca sering berubah,” kata Alber.

Menurut Alber, warga Padang pada umumnya masih menyikapi perubahan cuaca itu dengan biasa saja. “Alhamdulillah, warga Padang normal aja, dalam kehidupan normal,” katanya.

Lebih lanjut BMKG menginformasikan, angin darat di wilayah Sumatera Barat bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 05-25 kilometer per jam.

Temperatur udara berkisar 23-31 derajat celsius dan kelembaban udara berkisar 60-94%.

Sementara cuaca daratan Sumbar umumnya cerah pada pagi sampai dengan berawan pada siang hari dan berpotensi hujan dengan intensitas ringan di sore hingga malam dan dini hari.

Sedangkan, cuaca untuk wilayah pesisir pantai barat Sumbar, umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan pada sore dan malam hari. Angin bertiup dari arah tenggara ke barat daya dengan kecepatan 06-27 kilometer per jam.

Budi mengatakan, untuk ketinggian gelombang laut pesisir pantai Sumatera Barat berkisar 1,5 - 2 meter yang harus waspadai nelayan karena berbahaya terhadap perahu yang mereka tumpangi.

Sedangkan ketinggian gelombang Samudera Hindia atau sebelah barat Kepulauan Mentawai berpotensi antara 1,5 - 2,5 meter yang berbahaya terhadap perahu dan tongkang. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita