Jumat, 25 Mei 2012
Barito Utara: Kembangkan Sentra Peternakan Sapi
Rabu, 28 Juli 2010 04:23
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/7 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kelteng), pada 2010 memprogramkan pembangunan sentra peternakan sapi pada lahan seluas 20 hektare di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Tengah.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Barito Utara Sunoto mengatakan,  lahan di desa Trinsing tersebut cocok dikembangkan menjadi sentra peternakan sapi. Pasalnya, di desa tersebut tanahnya datar dan subur. Selain itu, menurut Sunoto, lahan tersebut dekat dengan permukiman penduduk dan berada di pinggir jalan yang tidak jauh dari Kota Muara Teweh.

Sunoto menjelaskan, pembangunan lokasi peternakan itu akan dilakukan secara bertahap. Mulai 2010 dialokasikan untuk pembukaan lahan seluas 6 hektare, untuk bibit sapi tahap awal direncanakan 150 ekor, yang dananya berasal dari APBD Kalteng, sedangkan bangunan fisik berasal dari APBN.

"Di sekitar lokasi juga ada kawasan perkebunan kelapa sawit rakyat yang dapat dimanfatkan untuk pakan ternak," katanya, di Muara Teweh, Rabu (28/7).

Ditambahkan Sunoto, jika prospek dan pengembangannya bagus, kawasan balai bibit ternak milik Pemerintah Kabupaten Barito Utara di kilometer 7 ruas jalan negara Muara Teweh-Puruk Cahu akan pindah ke lokasi tersebut.

Terkait hal tersebut, direncanakan pengadaan bibit dilakukan selama 3 tahun berturut-turut dan hasil pengembangbiakan sapi tersebut akan digulirkan kepada masyarakat sehingga kebutuhan sapi di daerah ini terpenuhi serta ada nilai tambah bagi peternak.

Pengembangan sapi pada salah satu kabupaten di pedalaman ini sudah dilakukan sejak 2006. Hasilnya disalurkan kepada masyarakat dengan perkembangan mencapai 500 ekor.

"Peternakan sapi di kawasan perkebunan sawit yang dilakukan petani plasma ini sesuai program integrasi sapi dan sawit," katanya.

Pakan ternak sapi para petani plasma di empat desa meliputi Desa Bukit Sawit, Pandran Permai, Pandran Jaya dan Tawan Jaya menggunakan rumput dan limbah sawit yang hasilnya cukup bagus.

Sunoto menambahkan pemerintah kabupaten pedalaman di Kalimantan Tengah ini akan mendorong masyarakat mengembangkan sapi di sejumlah tempat.

Menurutnya, permintaan bibit sapi setiap tahun mencapai 500-an ekor, namun karena keterbatasan anggaran tidak semuanya bisa dipenuhi.

Berdasarkan catatan, kebutuhan sapi potong di Kabupaten Barito Utara mencapai 415.212 kilogram yang realisasinya hanya 152.490 kilogram. Sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Dalam pemberitaan SIGAP sebelumnya, Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah menghadapi sejumlah kendala dalam pengembangan pembibitan ternak sapi impor di wilayah itu sehingga belum terlaksana secara optimal.

Meski demikian, Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas tetap optimistis Kabupaten Kapuas dapat melaksanakan pembibitan ternak sapi mencapai 5.000 ekor.

Sementara itu, Menteri Pertanian menilai pengembangan pembibitan sapi yang dilakukan daerah-daerah dapat dijadikan salah satu unsur penentu untuk mencapai  Swasembada Daging Sapi tahun 2014. Dan penyediaan bibit sapi sudah saatnya mendapatkan perhatian yang lebih serius. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita