Jumat, 25 Mei 2012
Bone Bolango: Tunggakan Raskin Rp120 Juta
Rabu, 28 Juli 2010 03:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/7 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten Bone Bolango hingga kinin belum melunasi tunggakan dana pembelian beras untuk masyarakat miskin (Raskin) sebesar Rp120 juta kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) Gorontalo.

Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Gorontalo, Ma`ruf, Selasa (27/7), mengatakan utang itu merupakan pembelian Raskin pada bulan Juni 2010.

"Saat ini,  dari lima kabupaten dan kota lainnya, tinggal Bone Bolango yang belum melunasi tunggakan itu," katanya.

Akibatnya, lanjut Ma`ruf, Bulog belum bisa menyalurkan jatah raskin sebanyak 126.000 kilogram kepada kabupaten tersebut pada Juli ini.

"Padahal seharusnya raskin itu sudah disalurkan, tapi mau bagaimana lagi, tunggakan itu harus dibayarkan dulu," katanya di Gorontalo.

Seperti diketahui, Bone Bolango menempati urutan keempat pembeli Raskin tertinggi dari 6 kabupaten dan kota di provinsi ini.

Ma`ruf enggan berkomentar saat ditanyakan wartawan apakah tunggakan dana pembelian Raskin itu ada hubungannya dengan pelaksanaan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango, 5 Juli lalu.

"Wah, itu di luar jangkauan Bulog, yang jelas, Bone Bolango harus membayarkan tunggakannya dulu. Setelah itu, baru Raskin kembali kami salurkan," katanya menegaskan.

Sementara itu, komisi IV DPR meminta pemerintah segera membayar atas tagihan Bulog terhadap kurang bayar subsidi beras rakyat miskin (Raskin) periode 2004-2007 yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp539,8 miliar.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Anna Mu’awanah mengatakan,  karena kurang bayar subsidi Raskin periode 2004-2007 tersebut telah diaudit oleh BPK, maka harus segera dibayarkan kepada Bulog, demikian seperti dikutip bisnis indonesia online.

Dikatakan  kurang bayar dana subsidi raskin periode 2008-2009 yang belum dilakukan audit oleh BPK, maka legislatif akan melakukan pendalaman terlebih dahulu.

Dana subsidi yang belum dibayarkan oleh pemerintah kepada Bulog pada periode 2008-2009 sebesar Rp985,2 miliar.

Berdasarkan hasil aduit BPK untuk subsidi atas penugasan pemerintah kepada Perusahaan Umum Bulog periode 2004-2007, terdapat kekurangan selisih pembayaran sebesar Rp539,8 miliar.

Dirut Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, pemerintah menetapkan 3 harga pembelian beras (HPB) pada 2008 yaitu Rp4.900 per kg periode Januari-April, Rp5.000 per kg pada periode Mei dan Rp5.200 per kg pada periode Juni-Desember. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita