Jumat, 25 Mei 2012
Kapuas Hadapi Kendala Pembibitan Ternak Sapi Impor
Selasa, 27 Juli 2010 09:46
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/7 (SIGAP) - Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menyatakan menghadapi sejumlah kendala dalam pengembangan pembibitan ternak sapi impor di wilayah itu sehingga belum terlaksana secara optimal.

"Dalam melaksanakan program pembibitan ternak sapi di Kabupaten Kapuas sampai saat ini kami masih mengalami kendala," kata Kepala Bidang Pengembangan Peternakan Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas, Effendy di Kuala Kapuas, Senin (26/7).

Meski saat ini masih menghadapi sejumlah kendala, katanya, namun pihaknya tetap optimistis Kabupaten Kapuas dapat melaksanakan pembibitan ternak sapi mencapai 5.000 ekor.

Kendala yang dihadapi saat ini, katanya, untuk wilayah Provinsi Kalteng tidak ada bank pelaksana Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) yang mengajukan permohonan terhadap program ini.

Menurut Effendy, pihaknya telah memaparkan kepada salah satu bank nasional agar mau membiayai program tersebut melalui sumber dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE).

Kemudian, katanya, ketiadaan perusahaan pembibitan sapi ternak di wilayah itu yang bersedia menjadi inti dalam pelaksanaan program tersebut juga menjadi kendala yang dihadapi pihaknya.

Meski tidak ada perusahaan, namun menurutnya jika ada komitmen pemerintah Provinsi Kalteng dan Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam program ini dapat menetapkan perusahaan daerah menjadi perusahaan inti.

Selain itu, menurutnya, keberadaan koperasi di wilayah itu bisa diberdayakan dengan membentuk kelompok-kelompok pembibitan sapi ternak namun hal ini tidak sesuai dengan panduan yang diterima pihaknya.

Karena ketiadaan perusahaan pembibitan, pihaknya akan berupaya untuk melakukan koordinasi agar setidaknya koperasi dapat ikut dalam program pembibitan sapi itu.

Kendala lain yang dihadapi yakni masalah sumber bibit sapi yang mengharuskan sumber bibit sapi yang dikembangkan harus impor atau ternak turunan yang dilengkapi dengan mikro chip sebagai salah satu syarat.

"Kalau di wilayah kita ini sangat jarang menggunakan mikro chip, karena pembibitan sapi ini memang belum ada, itu menjadi salah satu kelemahannya," katanya.

Dirinya menambahkan, jika program tersebut merupakan pengembangan pembibitan sapi lokal, maka sumber bibit bisa didapat dengan mudah seperti sapi Bali yang bisa menggunakan dana dari KUPS.

Menurut Menteri pertanian, bahwa sebagai salah satu unsur penentu untuk mencapai  Swasembada Daging Sapi tahun 2014, penyediaan bibit sapi sudah saatnya mendapatkan perhatian yang lebih serius. Untuk itu pemerintah telah memfasilitasi pengembangan modal usaha pembibitan sapi melalui skim kredit khusus berupa Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), yang merupakan insentif bagi para pelaku usaha pembibitan sapi, dan merupakan salah satu instrumen penting dalam mencapai swasembada daging sapi, seperti dilansir Deptan.

Mentan menambahkan pula, bahwa kontribusi penambahan populasi sapi melalui KUPS diharapkan dapat mencapai 1 (satu) juta ekor selama 5 tahun atau 200 ribu ekor per tahun. Melalui komitmen yang kuat di antara kita, maka  penyaluran KUPS ini diharapkan dapat terus ditingkatkan.

KUPS merupakan program Skim Kredit Usaha Pembibitan Sapi dengan suku bunga bersubsidi yang disediakan oleh pemerintah untuk menciptakan tatanan iklim usaha yang mampu mendorong pelaku usaha bergerak di  bidang pembibitan sapi (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita