Jumat, 25 Mei 2012
Jaktim: Terdapat 2.980 Kasus DBD
Selasa, 27 Juli 2010 09:16
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/7 (SIGAP) - Sepanjang tahun 2010, sebanyak 2.980 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Jakarta Timur. Demikian dikatakan Kasie Pengendalian Masalah Kesehatan Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Domdom Karolina Nadeak, Senin (26/7).

"Kasus DBD terbanyak terdapat di wilayah Kecamatan Cakung, yaitu 599 kasus, disusul Kecamatan Duren Sawit, 502 kasus, dan Kecamatan Pulo Gadung, 317 kasus, " kata Nadeak, di Kator Walikota Jakarta Timur, Jakarta.

Menurutnya, kasus berturut-turut jumlah kasus DBD di 7  kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Kramatjati sebanya 312 kasus, Jatinegara sebanyak 308 kasus, Cipayung (260 kasus), Matraman (217 kasus), Makasar (121 kasus), Ciracas (189 kasus), dan Pasar Rebo (155 kasus).

Karenanya, kata Nadeak, masyarakat diminta tetap mewaspadai ancaman DBD. Pasalnya, menurut Nadeak, hujan yang kerap turun belakangan ini rawan DBD.

"Menghindari DBD, masyarakat hendaknya tetap rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, " katanya.

Dikatakannya, jangan membiarkan air di sekitar lingkungan rumah tergenang. Alasan Nadeak, karena dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk DBD.

"Walaupun secara umum masyarakat telah memahami pentingnya PSN untuk mengatasi penyakit DBD, namun sosialisasi terus dilakukan pihaknya," ujarnya.

Dirinya mengemukakan, setiap Jumat petugas dari Sudin Kesehatan maupun Puskesmas di setiap kecamatan dan kelurahan rutin turun ke lapangan untuk melakukan PSN bersama warga.

"PSN 30 menit yang dilakukan setiap Jumat pagi dari pukul 09.00-09.30 WIB, terbukti ampuh menekan kasus DBD di Jakarta Timur. Terbukti, grafik kasus DBD di Jakarta Timur sepanjang tahun 2010 mengalami penurunan, " katanya.

Seperti diketahui, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)  adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.

Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut (Typhoid). ( laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita