Jumat, 25 Mei 2012
Petani Tebo Dambakan Pompa Air Atasi Kemarau
Selasa, 27 Juli 2010 06:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/7 (SIGAP) - Para petani di Desa Teriti dan Payo Selincah, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, sangat mendambakan bantuan pompa air untuk mengatasi kekeringan akibat kemarau di daerah tersebut yang menyebabkan tanaman pertanian mati.

Saat dihubungi di Muaratebo, ibukota Kabupaten Tebo, Senin, Kepala Desa Teriti, Johari Ibrahim, mengatakan, saat musim kemarau kekeringan yang terjadi di daerahnya terbilang cukup parah.

"Pada 2009 saja ratusan hektare sawah ditempat kami mati kekeringan. Kami khawatir jika musim kemarau tiba, kondisi yang sama akan terjadi lagi," ujarnya.

Menurut Johari, untuk medatangkan air ke sawah, petani membutuhkan mesin pompa air guna menyedot air dari sungai Batanghari. Hingga saat ini, katanya, saluran irigasi belum dibangun.

"Kalau menunggu dibuat irigasi tentunya lebih lama lagi, kami harap pemerintah bisa mendatangkan mesin pompa air untuk sementara mengairi sawah kami," katanya.

Johari mengatakan, pihaknya telah melaporkan keinginan warganya melalui Dinas Pertanian Tebo.

Namun, meski petugas penyuluh lapangan (PPL) telah beberapa kali datang mengecek lokasi sawah mereka, ternyata hingga kini bantuan yang diharapkan tak kunjung terealisasi.

Saat ini, kata Johari, luas area sawah di desanya sekitar 100 hektare lebih. Jika digabung dengan luas di desa Payo Selincah maka luasnya mencapai 200 hektare lebih.

Pada periode 2008/2009 menjadi menjadi masa paling parah kondisi kekeringan di daerahnya. Hampir separuh luas persawahan di dua desa tersebut pada saat itu mati kekeringan akibat kemarau. Terlebih lagi area yang jauh dari aliran sungai Batanghari.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tebo, Rahansi mengatakan, pihaknya akan segera memberikan bantuan pinjaman 5 unit pompa air kepada para kelompok tani termasuk di desa Teriti dan Payo Selincah.

Apalagi dua desa itu adalah salah satu daerah paling luas area pertaniannya.

"Mesinnya saat ini sudah ada, tinggal menyalurkan saja. Mesin tersebut untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau," katanya.

Menurut Rahansi, pemberian bantuan pompa air adalah salah satu program jangka pendek sebagai salah satu penanggulangan bahaya kekeringan. Ke depan pihaknya berjanji akan mengadakan program pembangunan saluran irigasi, yang akan menyambungkan area persawahan dengan aliran sungai Batanghari.

"Jika sudah dibangun iringasi ke Sungai Batanghari diharapkan saat kemarau petani tidak lagi mengeluh kekeringan," katanya.

Seperti diketahui irigasi penting kehadirannya dalam setiap pengelolaan pertanian.

Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi rawa. Semua proses kehidupan dan kejadian di dalam tanah yang merupakan tempat media pertumbuhan tanaman hanya dapat terjadi apabila ada air, baik bertindak sebagai  pelaku (subjek) atau air sebagai media (objek).

Proses-proses utama yang menciptakan kesuburan tanah atau sebaliknya yang mendorong degradasi tanah hanya dapat berlangsung apabila terdapat kehadiran air. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita