Jumat, 25 Mei 2012
Cilegon: Jumlah Pengangguran Terus Bertambah
Selasa, 27 Juli 2010 02:33
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/7 (SIGAP)- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2009, jumlah pengangguran di Kota Cilegon, Provinsi Banten mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena jumlah angkatan kerja dengan penyediaan lapangan pekerjaan tidak sebanding.

Demikian yang disampaikan Kepala BPS Kota Cilegon Faisal Anwar, Senin (26/7).

Faisal menjelaskan, dari jumlah penduduk pada tahun 2009 sebanyak 349. 164 jiwa, 18,26% adalah pengangguran atau sekitar 29.244 jiwa, sedangkan pada tahun 2008, sebanyak 11,9% penduduk Cilegon menganggur dari jumlah penduduk 243.599 jiwa.

Survei penganguran angkatan kerja usia 15 tahun ke atas ini, kata Faisal, disebabkan terus bertambahnya jumlah penduduk dan terus terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi akibat krisis ekonomi global.

"Kota Cilegon merupakan kota tujuan. Jadi wajar kalau jumlah penduduk pengangguran terus bertambah. Survei dan ketentuan BPS, masyarakat pendatang bisa dikatakan warga lokal jika sudah enam bulan menetap atau kurang dari enam bulan tetapi berkeinginan menetap di Cilegon, itu bisa dikatakan sebagai warga Kota Cilegon," terangnya.

Terkait hal ini, anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon, M Ikbal, membenarkan penganguran di Kota Cilegon bertambah banyak.

Menurut Ikbal hal ini bisa karena Pemerintah Kota (Pemkot) kurang siap menghadapi jumlah angkatan kerja. "Solusinya harus ada penyediaan lapangan kerja. Kalau ini tidak bisa disiasati. diyakinkan grafiknya terus akan naik," jelas Faisal.

Meski saat ini Pemkot telah mengalokasikan dana untuk pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan koperasi, namun angkanya masih kurang siginfikan, katanya.

"Solusinya kalau memang pemerintah tidak bisa mendatangkan investasi, setindaknya ada sejenis pelatihan -pelatihan seperti koperasi intens dilakukan, sehingga masyarakat pengangguran memiliki kemampuan berkoperasi," katanya.

Berdasarkan pantauan SIGAP, angka pengangguran di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus meningkat sekitar 15% tiap tahun. Angka ini didominasi oleh lulusan SMA.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bandung Barat Adang Safa`at mengatakan di Ngamprah, Minggu, kenaikan jumlah pengangguran itu disebabkan tidak seimbangnya antara lapangan kerja dengan jumlah angkatan kerja baru.

Sedangkan angka pengangguran di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak pertengahan 2010 diperkirakan bertambah sebanyak 6.000 orang.

"Sejak pertengahan tahun ini atau pascakelulusan SMA/SMK pada akhir April 2010 angka pengangguran di Bantul diperkirakan bertambah sebanyak 6.000 orang," kata Kepala Dinas an Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Didik Warsito di Bantul, Jumat.

Menurut Didik, angka pengangguran hingga Januari 2010 tercatat sebanyak 30.853 orang dan ditambah pengangguran dari lulusan SMA/SMK sehingga pertengahan 2010 diperkirakan mencapai 36.000 orang. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita