Jumat, 25 Mei 2012
Lampung Timur: Minat Warga Budidaya Bibit Meningkat
Senin, 26 Juli 2010 05:47
AddThis Social Bookmark Button

 

Jakarta, 26/7 (ANTARA) - Minat warga membudidayakan pembibitan pohon buah-buahan di Kabupaten Lampung Timur makin meningkat seiring dengan tingginya curah hujan di daerah itu.

Demikian dikatakan Sukamto, warga Desa Adirejo di Kecamatan Pekalongan Lampung Timur, sekitar 60 Km sebelah timur dari Bandarlampung, Senin (26/7).  Menurut Sukamto, saat ini cocok untuk memulai usaha pembibitan karena seringnya turun hujan membuat bibit yang baru ditanam akan mudah tumbuh.

Menurutnya, usaha pembibitan cukup berkembang di daerahnya, dan dijadikan andalan oleh sejumlah warga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Sebenarnya cukup lumayan apabila membudidayakan bibit dalam skala besar, sebab permintaan cukup besar sering datang dari beberapa instansi pemerintah, swasta, maupun perorangan," jelasnya.

Dijelaskan Sukamto, dalam pembuatan bibit tersebut biasanya dilakukan saat musim penghujan, sebab ketika itu kondisi tanah masih lembab dan bakal biji tumbuh dengan mudah. Selain itu, bakal bibit tidak perlu disirami lagi, apalagi kondisi tanah sudah lembab akibat guyuran hujan.

Sukamto mengaku baru membuat bibit untuk jenis bibit buah-buahan yakni durian, rambutan, mangga, jeruk, sawo, apel, dan manggis.

Sementara itu Nugroho, pembudidaya bibit di Desa Siraman, Pekalongan, menjelaskan, permintaan bibit buah makin meningkat saat ini, terlebih warga dari luar daerah sudah mengetahui sentra buah yang berada di Lampung Timur.

"Permintaan bibit tidak hanya datang dari dalam provinsi, bahkan sudah merambah ke Pulau Jawa dan Kalimantan," kata Nugroho.

Menurut Nugroho, biasanya waktu yang cocok membudidayakan bibit terjadi pada Oktober hingga Desember, namun akibat perubahan cuaca, maka bibit bisa dibudidayakan pada Juni sampai Agustus.

"Biasanya masa pembuatan bibit setahun sekali, dan baru tahun ini bisa dilakukan dua kali," katanya.

Berdasarkan pantauan, harga bibit buah jenis lokal seperti bibit mangga dihargai Rp5.000 per batang, sawo Rp7.500 per batang, durian Rp15.000 per batang, jeruk manis Rp4.000 per batang, jeruk bali Rp7.500 per batang, sukun Rp7.500 per batang, petai cina Rp5.000 per batang dan nangka Rp10.000 per batang.

Selain itu, harga bibit buah impor antara lain bibit kelapa Rp10.000 per batang, manggis Rp15.000 per batang, alpukat Rp10.000 per batang dan duku Rp20.000 per batang.

Sementara itu, sentra pembibitan buah terbesar di Kabupaten Lampung Timur berada di Kecamatan Pekalongan.

Selain itu, di Kecamatan Pekalongan terdapat lokasi wisata agro buah, serta terdapat Balai Benih Induk (BBI) yang menjadi pusat pengembangan bibit berbagai jenis tanaman, seperti padi, jagung, kakao, dan kelapa.

Berdasarkan catatan SIGAP, apa yang dilakukan masyarakat di Lampung Timur ini harus diapresiasikan sebagai langkah postif yang harus didukung pemerintah setempat . Pasalnya, kegiatan masyarakat Lampung Tengah ini sejalan dengan program penanaman yang digulirkan oleh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Setidaknya tercatat beberapa program penanaman yang telah dilaksanakan antara lain, Aksi Penanaman Serentak Indonesia (tahun 2007 dan 2008), Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (tahun 2007), Pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional (tahun 2008), serta Satu Orang Satu Pohon (One Man One Tree - tahun 2009).

Keberhasilan seluruh program tersebut memacu pemerintah untuk meluncurkan program Penanaman 1 Miliar Pohon di tahun 2010 dengan motto "Satu Miliar Pohon Indonesia untuk Dunia" atau "One Billion Indonesian Trees for the World".

Penyediaan bibit seperti yang dilakukan masyarakat Lampung Timur ini selain membantu program pemerintah pusat juga dapat memberikan nilai tambah ekoniomis bagi masyarakat setempat.

Gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon, harus terus digelorakan dan dilakukan secara kontinyu pada setiap tahun masa tanam. Dalam waktu 5 sampai 10 tahun mendatang, bangsa Indonesia akan menikmati indahnya bumi Indonesia hijau berseri dengan masyarakatnya yang sejahtera, jauh dari bencana. (laporan rusman/ant)

 

 

Arsip Berita