Jumat, 25 Mei 2012
Teknologi Pengelolaan Pupuk Organik Belum Diminati
Senin, 26 Juli 2010 04:42
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 26/7 (SIGAP) - Teknologi pengolaan pupuk organik masih belum diminati oleh petani, kata Kepala PT Rutan Cabang Makassar, Agus Triyono, Minggu (25/7).

Agus mengatakan petani belum begitu tertarik dengan teknologi terbaru ini. Padahal, teknologi ini diproduksi berdasarkan kebutuhan petani dan juga program dari pemerintah setempat.

"Di Provinsi Sulawesi Selatan dan bahkan Indonesia bagian timur, masih sangat sedikit petani yang memiliki mesin ini," katanya di Makassar.

Disebutkan, dari total mesin yang diproduksi, hanya sekitar 10% yang sudah dimiliki oleh petani.

Faktor utama kurangnya minat petani terhadap teknologi ini, menurutnya, masih minimnya sosialisasi mengenai fungsi teknologi terbaru ini.

"Petani masih lebih suka dengan cara pengolahan pupuk organik secara manual," katanya.

Padahal, lanjutnya, mesin ini memiliki keunggulan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas pupuk organik yang dihasilkan.

"Dari seluruh mesin yang kami produksi, petani lebih suka menggunakan mesin penggiling dan perontok padi karena memang sangat dibutuhkan," ujarnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya juga akan melakukan kerja sama dengan pemerintah setempat dalam hal pengadaan barang untuk petani.

"Sebagai pelopor teknologi pertanian, kami tetap akan memberikan kontribusi dengan melakukan inovasi teknologi sesuai dengan kebutuhan petani," tuturnya.

Seperti diketahui, terkait dengan ketentuan tersebut, dalam UU NO. 18 Tahun 2008 secara eksplisit juga dinyatakan, bahwa setiap orang mempunyai hak dan kewajiban dalam pengelolaan sampah.

Dalam hal pengelolaan sampah pasal 12 dinyatakan, setiap orang wajib mengurangi dan menangani sampah  dengan cara berwawasan lingkungan. Masyarakat juga dinyatakan berhak berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, pengelolaan dan pengawasan di bidang pengelolaan sampah.

Tata cara partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dan tatanan sosial  budaya daerah masing-masing. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita