Jumat, 25 Mei 2012
Lampung Selatan: Siswa Dapat Makanan Tambahan
Sabtu, 24 Juli 2010 11:17
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/7 (ANTARA) – PT. Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) memberikan makanan tambahan untuk penunjang kecukupan gizi kepada sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Selatan.

Demikian dikatakan Nurul Aini, guru di SD Negeri 4 Tanjungsari, Lampung Selatan, Nurul Aini, Jumat (23/7). Nurul mengatakan, tambahan makanan itu diberikan oleh PTPN VII wilayah kerja Bergen untuk membantu kecukupan gizi anak pekebun karet terutama anak karyawan yang bekerja di perusahaan itu.

Dirinya mengatakan, makanan tambah tersebut diberikan selama 4 bulan kedepan untuk seluruh siswa yang tinggal di seluruh perkebunan karet milik pemerintah itu.

"Dengan makanan tambahan ini siswa tidak perlu membeli makanan di luar yang tidak terjamin kebersihannya dan membahayakan kesehatan siswa. Makanan tambahan selain bersih juga memiliki nilai gizi tinggi," kata Nurul.

Hal senada juga disampaikan Suryani, guru SDN 5 Tanjungsari. Meurut Suryani, pemberian makanan tambahan tersebut dimulai sejak penerimaan siswa baru hingga 4 bulan kedepan.

"Pemerintah juga seharusnya mengadakan program gizi tambahan siswa seperti ini secara rutin untuk seluruh siswa," katanya.

Suryani mengatakan, sejumlah orang tua siswa merasa terbantu dengan program yang diberikan oleh perusahaan perkebunan negara itu, terutama dari orang tua yang kurang mampu.

"Mereka merasa terbantu dan merasa diperhatikan karena adakalanya mengurangi uang saku siswa pada hari-hari tertentu," tambah Suryani.

Selain itu juga untuk menghilangkan kebiasaan buruk siswa dengan membeli makanan berlebihan setiap berangkat sekolah.

Sejumlah sekolah yang mendapatkan bantuan makanan tambahan itu yakni yang berada di sentra perkebunan wilayah tersebut.

Seorang wali murid, Kristanto mengaku senang karena selain terjamin kualitas makanan baik dari sisi kebersihan dan nilai gizi, juga mengurangi niat anak untuk jajan sembarangan.

"Persoalan utama yakni anak-anak sering jajan sembarangan yang belum tentu bersih, bahkan dikhawatirkan makanan tersebut lebih banyak tambahan zat berbahayanya," kata nya. (laporan rusman/ant).

 

Arsip Berita