Jumat, 25 Mei 2012
Lampung Selatan: Petani Rumput Laut Butuh Bantuan Modal
Sabtu, 24 Juli 2010 01:05
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/7 (SIGAP) – Pasca Terjangan gelombang beberapa waktu lalu, sejumlah petani pembudidaya rumput laut di sepanjang pesisir pantai timur Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung membutuhkan bantuan modal dari pemerintah.

M. Amran, pembudidaya rumput laut di Pesisir Desa Legundi Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan mengatakan, pasca terjangan gelombang sejumlah petani rumput laut belum memulai membudidaya. Pasalnya, kata Amran, para petani terkendala ketersediaan modal tanam.

Dirinya mengatakan, saat ini sebagian petani yang memiliki modal sudah mulai membudidayakan komoditas tersebut, namun sebagian belum menanam ulang karena keterbatasan dana.

"Modal tanam dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah tali dan pemancang baru serta pengadaan bibit rumput laut," katanya, Kamis (22/7).

Amran mengatakan, keterbatasan modal tersebut karena saat terjangan ombak beberapa waktu lalu sama sekali tidak menyisakan sedikit pun rumput laut yang bisa dimanfaatkan sebagai bibit kembali sehingga harus membeli kepada petani lainnya.

Sementara Jamaludin, petani di Pesisir Desa Sumur, kecamatan yang sama, mengatakan sangat membutuhkan bantuan modal dari pemerintah setempat untuk membudidayakan komoditas tersebut.

"Bantuan hanya diberikan kepada pembudidaya pemula, dan kami yang pernah melakukan budidaya namun terkena musibah pun sangat membutuhkan bantuan itu," kata Jamaludin

Dirinya mengatakan, pasca terjangan gelombang beberapa waktu lalu belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat untuk membudidayakan ulang.

Keterlambatan tanam kata Jamaludin, akan memicu kenaikan harga rumput laut saat puasa dan menjelang lebaran nanti karena permintaan pasar lokal maupun luar daerah akan meningkat tajam.

"Saat ini harga rumput laut sudah naik pada kisaran Rp15.000 perkilogram dari harga normal yang hanya Rp12.000 perkilogram," kata dia.

Sebelumnya Direktorat Jendral (Ditjen) Perikanan dan Budidaya Laut melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung memberikan bantuan modal senilai Rp500 juta dan bantuan 1.000 buah tiang pancang beton bagi pembudidaya rumput laut pemula.

Jumlah pembudidaya rumput laut di pesisir timur Kecamatan Ketapang ada di 5 desa yakni, Desa Ketapang dengan 185 petani, Desa Legundi 479 petani, Desa Tri Dharmayoga 79 petani, Desa Ruguk 329 petani dan di Desa Sumur 339 petani.

Sedangkan jumlah jalur pancang mencapai 184.647 jalur dengan panjang antara 50 meter hingga 100 meter, dan 60% dari jalur itu mengalami kerusakan saat terjangan gelombang beberapa waktu lalu.

Luas potensi perairan budidaya rumput laut di Kabupaten Lampung Selatan mencapai 11.000 hektare dan 3.000 hektare yang telah dimanfaatkan yang berada di Kecamatan Ketapang, Bakuheni, Sragi dan Rajabasa.

Berdasarkan catatan SIGAP, produksi rumput laut Indonesia ditargetkan meningkat hingga mencapai 10 juta ton pada tahun 2014 dengan mengembangkan inovasi teknologi pengembangan rumput laut.

Sementara itu, pemerintah optimis dengan target peningkatan produksi rumput laut dari sekitar 2,6 juta ton pada tahun 2010 ini menjadi sekitar 10 juta ton ditahun 2014 karena diterapkan inovasi teknologi pengembangan budi daya rumput laut.

Saat ini sedang diupayakan pengembangan inovasi pengembangan rumput laut di Indonesia dengan model budi daya modulan yakni percepatan hasil panen dengan masa waktu sekitar 30 hari sampai 45 hari.

Pemerintah juga telah melengkapi fasilitas pengembangan usaha rumput laut dengan membantu para kelompok tani yang jumlahnya ribuan di Indonesia.

Target tersebut juga akan dicapai dengan perluasan areal usaha rumput laut di Indonesia yang luasnya sekitar 2,1 juta hektare menjadi sekitar 2,6 juta hektare di tahun 2010. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita