Jumat, 25 Mei 2012
NTB: Jepang Sumbang Perpustakaan dan UKS
Sabtu, 24 Juli 2010 01:01
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 24/7 (SIGAP) - Pemerintah Jepang membantu pembangunan gedung perpustakaan dan usaha kesehatan sekolah di SD Negeri 1 Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Gedung perpustakaan dan usaha kesehatan sekolah (UKS) lengkap beserta isinya itu diresmikan Jumat  (23/7) oleh Konsul Jenderal Jepang Eiichi Suzuki didampingi Bupati Lombok Barat H Zaini Arony dan perwakilan OISCA Shikoku, organisasi kemasyarakatan di Jepang.

Konsul Jenderal Jepang Eiichi Suzuki mengatakan pembangunan perpustakaan dan UKS itu merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Jepang dan Indonesia khususnya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

"Perpustakaan ini akan menjadi pintu masuk bagi generasi penerus bangsa Indonesia," katanya.

Dirinya mengatakan pembangunan perpustakaan dan UKS dengan nilai sekitar Rp189 juta itu didasarkan pemikiran bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat.

"Salah satu alasan Pemerintah Jepang memilih Indonesia dalam membantu bidang pendidikan dan kesehatan, karena orang Indonesia memiliki rasa berbagi dengan orang lain, sehingga warga Jepang merasa nyaman berkunjung ke negara ini," katanya.

Dikatakannya,  khusus untuk Kabupatan Lombok Barat, selain kerja sama bidang pendidikan dan kesehatan, juga diprioritaskan di bidang lingkungan hidup, karena kondisi hutan di daerah ini memprihatinkan.

"Untuk keja sama bidang ekonomi, tetap ada rencana, namun belum bisa direalisasikan," katanya.

Bupati Lombok Barat H Zaini Arony mengatakan pembangunan perpustakaan dan UKS di SD Negeri 1 Lembuak yang merupakan sekolah dasar tertua di kabupaten ini, merupakan wujud kepedulian warga Jepang dalam dunia pendidikan dan kesehatan.

"Dengan adanya bantuan dari Jepang ini diharapkan dapat merangsang minat baca sehingga mampu menciptakan anak didik yang berprestasi serta bisa belajar hidup sehat," katanya.

Seperti dikutip Prof Dr. Ir. Zuhal  M.Sc, Yunichiro Koizumi dan Yutaka Iimura,  PM Jepang dan Dubes Jepang untuk RI, "Pada abad ke-21 yang penuh dengan tantangan maupun kesempatan baru ini, marilah kita maju bersama sebagai mitra yang sederajat, berterus-terang dan terbuka"

Pernyataan yang penting perlunya memaknai persahabatan dalam bentuk aksi-aksi kongkrit, bersinergi dan saling menguntungkan, baik dalam hubungan antara pemerintah dengan pemerintah, antara pemerintah dengan masyarakat, atau antara masyarakat dengan masyarakat dari kedua negara (Indonesia-Jepang) di masa-masa mendatang.

Program pendidikan dan kesehatan adalah salah satu perwujudan pernyataan sang Perdana Menteri (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita