Jumat, 25 Mei 2012
Enggano: Warga Minta Sarana Air Bersih Difungsikan
Jumat, 23 Juli 2010 09:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta,  23/7 (SIGAP) - Warga di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu minta pemerintah setempat memfungsikan kembali sarana air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum yang berlokasi di Desa Meok.

Kepala Desa Meok Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, A.Bastari Kauno, Jumat (23/7) mengatakan, sejak puluhan tahun lalu sarana tersebut  tidak dapat lagi dinikmati penduduk 2.800 jiwa, karena pegawai PDAM tidak berada di tempat sehingga perlengkapan banyak hilang dan rusak.

Dirinya menyayangkan fasilitas yang dibangun pemerintah tersebut belum menunjukkan azas manfaat bagi masyarakat setempat, padahal sumber air dari Sungai Kipupuh di desa tersebut tidak kekurangan debit air.

Bahkan, keberadaan sungai tersebut tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber kehidupan masyarakat, karena beberapa sarana pemerintah berupa saluran irigasi dan sumber PDAM rusak tidak berfungsi lagi.

Sejak itu pula, warga di pulau seluas 402 kilometer persegi itu kembali menggunakan air bersumber dari sumur dengan kadar garam cukup tinggi, katanya.

Hal senada disampaikan Kepala desa Kaana Suyitno, yang mengharapkan pemerintah untuk memperbaiki sarana tersebut supaya kehidupan masyarakat di pulau yang memiliki kekayaan sumber alam ini dapat hidup setara dengan masyarakat di luar pulau tersebut.

"Kita prihatin kondisi masyarakat daerah ini dengan banyak kekurangan seperti penerangan listrik PLN, sarana air bersih dan saluran irigasi semuanya tidak memadai lagi dalam kehidupan sekarang," katanya.

Semua kekurangan tersebut mengakibatkan masyarakat di penghuni pulau terluar itu merasa terbelakang dan berbeda dengan daerah lain.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Desa dan Jaminan Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Darmawasyah mengatakan dengan kekurangan sarana air bersih terhadap warga di daerah tersebut akan menimbulkan penyakit baru selain dari malaria.

Darmawasyah mengatakan, dengan air yang mengandung zat kapur, garam yang tinggi akan menimbulkan Penyakit gatal kulit (Skabies) mengancam kesehatan masyarakat Pulau Enggano.

Dalam catatan SIGAP, program air bersih seharusnya mengacu pada pencapaian terhadap penyediaan air bersih, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penurunan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air.

Hal ini relevan jika otoritas kebijakan Enggano melakukannya,  guna mendukung percepatan target MDGs melalui identifikasi program-program air bersih yaitu menurunnya jumlah penduduk yang belum mempunyai akses air minum dan sanitasi pada tahun 2015.  (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita