Jumat, 25 Mei 2012
Sejumlah Daerah Masih Berniat Gelar Operasi Pasar
Kamis, 22 Juli 2010 07:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/7 (SIGAP) – Sejumlah daerah masih berencana gelar operasi pasar untuk mengantisipasi naiknya harga kebutuhan pokok.

Berdasarkan pantauan SIGAP, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, akan menggelar operasi pasar di toko-toko penyedia barang-barang kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan 1431 Hijriyah.

Kepala Dinas Perindagkop Mentawai, Martinus D, di Mentawai, Rabu, mengatakan, operasi pasar akan melibatkan tim Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang di dalamnya terdiri dari unsur Kepolisian, Kejaksaan, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan Bagian Kesra.

Di Kota Bogor, operasi pasar akan digelar walaupun waktu pelaksanaannya belum dapat ditentukan. Setidaknya hal ini dikatakan Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindakop) Kota Bogor M Sinaga di Bogor, Rabu.

"Operasi pasar akan kami lakukan, tapi kami belum bisa menentukan waktunya, ini kondisional," kata Sinaga.

Menurutnya, operasi pasar dilakukan untuk membantu masyarakat dan menekan kenaikan harga sembako di pasaran yang semakin tinggi.

Terkait hal ini, Asisten Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB), Ir Hapsari Laksmi Koestiati MM menegaskan, memang operasi pasar harus segera dilakukan dan selalu harus direncanakan oleh departemen terkait.

Menurut Rieke, sapaan akrab Asisten SKP BSB ini, kenaikan harga yang terjadi saat ini adalah akibat adanya permainan para spekulan. “ Jelas ini sangat menyusahkan masyarakat. Seharusnya pada bulan suci harga lebih murah karena  selain dianggap bulan suci juga pengelola harus berjiwa suci. Tidak memperdaya masyarakat,” jelas Rieke kepada SIGAP, Rabu (21/7).

Rieke menambahkan, bila kenaikan harga terjadi dikarenakan pasokan kurang di bulan puasa, berarti perlu disediakan stok 2 kali lipat dari biasanya. Bila tidak, menurutnya, harga sulit dikendalikan. “Seharusnya ini sudah diantispasi pemerintah sebelumnya,” jelas Rieke.

Terkait soal para spekulan, Rieke berpendapat, “Bila perlu spekulan dihukum seberat-beratnya. Biar mereka jera,” tegas . (laporan rusman/ant)

 

 

Arsip Berita