Jumat, 25 Mei 2012
Kesadaran Pelajar Terhadap Pengelolaan Lingkungan Perlu Ditingkatkan
Rabu, 21 Juli 2010 00:46
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/7 (SIGAP) - Tingkat kesadaran pelajar terhadap pengelolaan lingkungan perlu ditingkatkan, mengingat mereka merupakan generasi penerus bangsa. "Saat ini, perilaku masyarakat cenderung mengabaikan kaidah kelestarian lingkungan di sekitarnya.

Sedangkan kaum generasi mudanya perlu dicegah dengan memberikan pembelajaran agar kecintaannya terhadap lingkungan bisa ditingkatkan," kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sam`ani Intakoris, kemarin.

Dengan adanya pembelajaran sejak dini, diharapkan pada masa mendatang mereka mempunyai kesadaran untuk melestarikan lingkungan karena pengetahuan dan pemahamannya tentang dampak kerusakan lingkungan semakin bertambah. "Pembejalaran tersebut juga untuk meningkatkan pengetahuannya terhadap dampak perubahan iklim," ujarnya.

Pasalnya, katanya, menjelang tahun 2050 diprediksi terdapat jutaan spesies flora dan fauna global akan punah secara massal yang disebabkan oleh dampak perubahan iklim dan pemanasan global. Untuk itu, generasi muda harus didorong agar bersedia memelihara sekaligus menanam pohon di lingkungannya masing-masing.

"Kondisi hutan yang baik bermanfaat sebagai penyimpan dan penyerap emisi karbon atau gas rumah kaca. Sebaliknya, kondisi hutan yang kurang baik dianggap sebagai sumber emisi karbon karen melepas CO2 ke atmosfer," ujarnya. Selain sebagai penghasil oksigen, katanya, tanaman juga memiliki fungsi hidrologis dalam infiltrasi dan menyimpan air tanah.

Sementara itu, KH Ali Yafie, ulama senior penggagas  sekaligus penulis buku ‘Fiqh Lingkungan,’ ini menyatakan pendidikan lingkungan hidup tidak saja perlu diajarkan di sekolah. “Seharusnya sudah masuk kurikulum pendidikan kita,” katanya kepada SIGAP, Selasa (20/7).

Dengan demikian, imbuh mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), ini  diharapkan generasi muda memperoleh pengetahuan mengenai beragam hal  soal lingkungan hidup sejak dini. (laporan Sofyan Badrie/ant)


 

Arsip Berita