Jumat, 25 Mei 2012
Bantul: Warga Manfaatkan Turbin Atasi Kenaikan TDL
Selasa, 20 Juli 2010 07:10
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/7 (SIGAP) - Warga Dusun Singosaren, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memanfaatkan turbin atau kincir air untuk meringankan beban listrik, sehingga mampu mengatasi kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

"Warga akan memaksimalkan penggunaan turbin atau kincir air sebagai tenaga pembangkit listrik di desa itu, sehingga dapat mengatasi permasalahan warga terhadap kenaikan TDL," kata Kepala Desa Singosaren, Imogiri, Bantul Rahmad, di Bantul, Senin.

Menurutnya, turbin air yang digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik yang selesai dibangun pada 2008 tersebut saat ini dapat menyalakan sebanyak 75 titik lampu di sepanjang jalan di dua rukun tetangga 04 dan 05 yang terdapat di desa itu.

"Oleh sebab itu warga akan memaksimalkan penggunaan turbin air, sehingga mampu mengurangi beban pembayaran listrik yang semakin mahal," katanya.

Rahmad mengatakan, kebijakan pemerintah menaikkan TDL yang mulai diberlakukan sejak awal bulan Juli 2010 memang dirasakan semakin menambah beban masyarakat.

"Kebijakan ini sangat memberatkan masyarakat karena kenaikan TDL juga diikuti naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok," katanya.

Oleh sebab itu, kata dia kenaikan tarif dasar listrik harus segera disiasati masyarakat supaya beban biaya listrik yang menjadi beban masyarakat menjadi ringan.

"Masyarakat mulai menyiasati kenaikan tarif dasar listrik dengan mencoba mengoptimalkan pembangkit listrik tenaga air dengan memanfaatkan turbin air yang dibangun di bendungan sungai kecil yang mengalir lewat dusun mereka," katanya.

Sementara itu, ketua RT 05 Du sun Singosaren, Junaidi mengatakan, pembuatan turbin yang ber diameter sekitar tiga meter dibangun masyarak at secara swadaya dengan bahan seadanya.

"Awalnya turbin hanya untuk penerangan jalan di tengah dusun namun sekarang ini mampu membuat sebanyak 75 lampu penerangan jalan di RT 04 dan RT 05," katanya. Rahmad menceritakan, percobaan pembuatan turbin pembangkit listrik tersebut dulunya sempat beberapa kali mengalami kegagalan, karena warga harus melakukan bongkar pasang peralatan yang dibangun dari barang-barang rongsokan.

"Akhirnya selama hampir satu tahun penuh sejak tahun 2007 yang lalu, masyarakat berhasil membuat sebuah turbin dengan 16 penampang air," katanya.

Disampaikan, warga dusun Singosaren sangat terbantu dengan adanya pembangkit tenaga listrik, apalagi kini biaya tagihan listrik mulai naik.

"Sehingga warga kini mulai berpikir untuk meningkatkan daya listrik yang saat ini baru sekitar 1300 watt supaya dapat menerangi seluruh dusun," katanya.

Dikatakannya, turbin tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk penerangan jalan saja, melainkan turbin juga berfungsi melayani, seperti layanan parut kelapa, bubut kayu dan penggilingan tepung ketela.

Upaya warga Singosaren tersebut, selaras dengan pemerintah yang sedang merintis program desa mandiri energi listrik dengan potensi sumber daya lokal, terutama sumber energi terbarukan yang ditargetkan. Pemenuhannya sampai 2015 nanti, dan akan menelan dana sampai Rp 15 triliun.

Program Desa Mandiri Energi, merupakan salah satu program pemerintah sebagai upaya pengembangan desa melalui pemenuhan kebutuhan energi dengan intervensi dan investasi teknologi untuk memproduksi energi dari sumber daya lokal yang dapat diperbaharui.

Dalam catatan SIGAP, energi tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dalam memenuhi kebutuhan energinya, baik untuk penerangan, memasak maupun untuk kegiatan ekonomi produktif lainnya.

Dengan demikian, diharapkan desa/wilayah tersebut secara bertahap akan lebih terbuka dan tercipta lapangan kerja yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sumber energi terbarukan yang dapat dikembangkan antara lain,  bahan bakar nabati (bioethanol, biodiesel), geothermal, panel surya, angin, mikrohidro, dan biogas. Untuk dapat dijadikan DME, suatu desa atau wilayah harus memenuhi kriteria terpencil, belum mendapatkan listrik, dan memiliki potensi sumber energi terbarukan yang dapat dikembangkan.

Program DME meliputi, penyediaan (pembangkit dan distribusi) energi lokal terbarukan yang terjangkau dan berkelanjutan; pemberdayaan masyarakatdalam pengoperasian, pemeliharaan dan distribusi, serta pemberdayaan masyarakat untuk pemanfaatan energi dalam rangka peningkatan produktifitas dan kesempatan kerja.

Dengan demikian diharapkan terwujudnya peningkatan pemenuhan kebutuhan energi dari sumber daya lokal terbarukan, penurunan penggunaan bahan bakar tidak terbarukan, dan peningkatan kegiatan ekonomi melalui pemanfaatan energi tersebut. (laporan wa prasetya/ant)

 

 

Arsip Berita