Jumat, 25 Mei 2012
Padang: Tingkatkan Kualitas Hidup Dan Perlindungan Perempuan
Selasa, 20 Juli 2010 05:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/7 (SIGAP) - Pemerintah Kota Padang terus melakukan peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan.

Program ini dibiayai dengan Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) sebesar Rp366,64 juta.

Dana program itu disepakati ditampung dalam APBD Padang 2010 dan pelaksananya dilakukan oleh Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan kota Padang. Demikian disampaikan Ketua DPRD Padang, Zulherman di Padang, Senin malam.

Zulherman menyebutkan, program ini dilaksanakan dalam bentuk 7 kegiatan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas hidup dan perlindungan kaum perempuan di kota berpenduduk sekitar 800 ribu jiwa itu.

Kegiatan tersebut meliputi, pelatihan peningkatan produksi ekonomi perempuan korban gempa di Padang dengan dana pelaksanaan Rp74,9 juta, lalu pembinaan upaya perlindungan lansia korban bencana gempa dengan dana disediakan untuk kegiatannya sebesar Rp78,03 juta.

Kemudian, kegiatan pembinaan keterampilan untuk perempuan miskin korban gempa dalam rangka peringatan hari Ibu 2010 dengan biaya pelaksanaan Rp85,62 juta dan untuk kegiatan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan perempuan serta anak disediakan anggaran pelaksanaan Rp143,35 juta.

Kegiatan lainnya, traumatik konseling bagi anak-anak korban gempa dalam rangka hari anak nasional 2010 dengan dana pelaksanaan Rp77,18 juta.

Selanjutnya, kegiatan revitalisasi pelaksanaan gerakan sayang ibu (GSI) tingkat kecamatan se-kota Padang dengan biaya Rp69,12 juta dan keikutsertaan Padang pada olimpiade serta lomba seni siswa nasional untk perempuan dengan dana disediakan Rp58,95 juta.

Dana disediakan Pemkot Padang untuk pelaksanaan program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan sebesar Rp366,64 juta itu, mengalami penurunan cukup besar dibanding yang dialokasikan pada 2009 yang mencapai Rp701,33 juta.

Dalam kerangka yang lebih holistik, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menneg PP dan PA) Linda Amalia Sari Gumelar berpesan, pembangunan nasional harus mampu meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak, demikian disampaikannya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) 2010 di Jakarta, beberapa waktu lalu seperti dikutip Suarakarya.

Dikatakan Linda, sumber daya manusia (SDM) merupakan komponen penting dalam pembangunan. Karena itu, tiap manusia harus menjadi SDM yang berkualitas.

Persoalan yang kerap dihadapi adalah dalam pengembangan SDM. Dengan demikian, sering terjadi adanya perbedaan kualitas hidup antara laki-laki dan perempuan.

Adapun penyebab terjadinya perbedaan itu yaitu masih adanya perbedaan dalam hal akses, manfaat, dan partisipasi dalam pembangunan.

Rendahnya partisipasi kaum perempuan di bidang politik, jabatan publik, dan bidang ekonomi. Selain itu, rendahnya kesiapan kaum perempuan dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim, krisis energi, krisis ekonomi, bencana alam, dan konflik sosial. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita