Jumat, 25 Mei 2012
Kabupaten Gianyar Dinobatkan Sebagai Kabupaten Penggerak Koperasi
Selasa, 20 Juli 2010 02:44
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/7 (SIGAP) – Kementerian Koperasi dan Usaha Kredit Menengah (UKM) Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali sebagai Penggerak Koperasi.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Gianyar,Bali, Cokorda Agung Brahmaita, Senin mengatakan, penghargaan itu diserahkan oleh Deputi I Bidang Kelembagaan dan Koperasi Kementrian Koperasi dan UKM RI, Untung Tri Basuki kepada Bupati Gianyar, Cok Ace.

Di bidang pembangunan koperasi, Kabupaten Gianyar memiliki 1.036 Koperasi, bahkan setiap tahunnya mengalami peningkatkan sampai 0,4%. " Kalau bicara di Bali, Kabupaten Gianyar yang paling banyak memiliki koperasi," jelasnya.

Selain itu, penghargaan ini bisa diraih lantaran telah dipenuhinya persyaratan penilaian, yakni memiliki koperasi aktif minimal 75% dari jumlah koperasi yang ada, "minimal 55 persen koperasi yang ada berkualitas baik," ucapnya.

Dirinya menambahkan, aspek lain yang menjadi penilaian adalah peran pemerintah dan kontribusi terhadap pemberdayaan koperasi, implementasi keberhasilan pemerintah, perkembangan kinerja koperasi. Dijelaskan, periode penilaian ini berlangsung selama 3 tahun mulai tahun 2007 sampai tahun 2009.

Saat ini, dari jumlah koperasi yang tersebar di Kabupaten Gianyar, lanjut Cok Brahmaita, sudah 186.601 warga Gianyar menjadi anggota koperasi. "Dari keberadaan koperasi ini, sebanyak 2.107 orang karyawan ditampung, itu artinya koperasi di Gianyar mampu mengurangi pengangguran, "ujarnya.

Selain penghargaan sebagai Kabupaten Penggerak Koperasi, penghargaan juga diterima oleh KUD Payangan sebagai Juara II Koperasi berprestasi tingkat Propinsi Bali.

Sementara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam puncak perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 63 yang berlangsung di Surabaya, Kamis (15/7), mengatakan, sebagian koperasi di Indonesia belum tergolong baik karena mengalami sejumlah masalah dalam pengelolaannya. Sebagian koperasi tersebut belum maju karena mengalami masalah dalam manajemen dan sumber daya manusia (SDM). Khususnya, tidak memiliki SDM yang mampu mengelola koperasi dengan baik.

"Sebagian, terus terang, belum baik. Permodalannya juga sering belum mencukupi," kata Presiden SBY dalam sambutannya.

Meski demikian menurut Presiden, banyak juga koperasi sudah berhasil dan menyejahterakan anggota sekaligus turut berkontribusi memperkuat perekonomian nasional. Oleh karena itu menurutnya, gerakan koperasi di Indonesia tetap relevan dan berperan penting di tengah percaturan ekonomi.

Sementara berdasarkan data kementerian Koperasi dan UKM diperoleh informasi, jumlah koperasi di seluruh Indonesia meningkat signifikan atau mencapai sekitar 13% dalam dua tahun terakhir. Hingga Maret 2010, terdapat 175.102 koperasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah koperasi itu, jumlah anggota koperasi tercatat mencapai 29.124 juta dengan volume usaha sebesar Rp 77.514 triliun. Dari koperasi tersebut, tercatat modal sendiri mencapai Rp 30.656 triliun. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita