Jumat, 25 Mei 2012
BMKG: Cuaca Buruk Terjadi di Sejumlah Daerah
Selasa, 20 Juli 2010 02:42
AddThis Social Bookmark Button

 

Jakarta, 20/7 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di berbagai daerah mengingatkan kondisi cuaca buruk yang terjadi dalam sepekan ini.

 

BMKG Kelas III Banyuwangi, mengeluarkan imbauan kepada sejumlah operator pelayaran penyeberangan di Selat Bali dan kapal niaga antarpulau untuk waspada terhadap kondisi cuaca buruk yang terjadi dalam sepekan mendatang.

Pasalnya, kondisi cuaca yang ditandai dengan angin kencang dan gelombang besar tersebut sangat berbahaya bagi kegiatan pelayaran.

Kepala BMKG Kelas III Banyuwangi Arief Triyono, Senin menjelaskan berdasarkan hasil pantuan citra satelit tinggi gelombang Selat Bali dan peraiaran Ketapang - Gilimanuk mencapai satu hingga dua meter. Sedang tinggi gelombang di perairan Samudra Hindia mencapai 2 hingga 3 meter.

Selain itu, kecepatan angin pada periode waktu yang sama di kedua perairan tersebut, juga mencapai 20 kilometer hingga 30 kilometer per jam. "Kondisi ini sangat membahayakan bagi lalu lintas pelayaran di laut," ujar Arief Triyono menjelaskan.

Menurut dia, potensi kondisi cuaca buruk itu sebagai akibat munculnya Badai Coson yang terjadi di Kawasan Utara Equator yang dampaknya sangat dirasakan bagi sebagian wilayah di Indonesia.

Sementara itu, di Papua, terjadi gelombang tinggi serta tiupan angin kencang di perairan laut kabupaten Biak Numfor, Papua dalam dua hari terakhir menyebabkan nelayan tradisional setempat tak melaut.

Sefnath Rumbiak, nelayan kampung Ambroben di Biak, Senin, mengatakan, sebagian nelayan tradisional di kampung Amroben, pada Senin 19 Juli 2010 mengurangi pergi mencari ikan di sepanjang perairan laut Biak karena arus gelombang dan angin dalam beberapa hari ini sangat buruk.

Kondisi ini menyebabkan pasokan ikan ke penjual sangat berkurang dibanding biasanya sehingga berdampak dengan tingginya harga ikan di pasaran dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pantaun SIGAP, di Medan, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan menyatakan, cuaca panas yang terjadi di beberapa daerah di Sumatra Utara khususnya di Kota Medan masih membuka peluang bagi terjadinya hujan karena sudah memasuki musim pancaroba.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa (BBMKG) Wilayah I Medan Heron Tarigan di Medan, Senin, mengatakan, memasuki musim pancaroba potensi hujan di Kota Medan cukup tinggi dan biasa terjadi pada sore hingga malam hari.

Menurutnya, Sumut memang diprediksikan berpeluang hujan di sore hari karena diakibatkan suhu air laut khususnya di pantai barat Sumatra masih hangat, sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif di daerah itu.  Namun, intensitasnya hanya dari rendah hingga sedang.

Sedangkan di pantai timur, akibat adanya pengaruh angin barat yang cukup kuat, uap air yang ada di sekitar pantai barat terbawa hingga ke pantai timur.

"Potensi hujan itu juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lokal, seperti munculnya awan tebal yang membawa hujan lebat dan guntur, dan hanya bersifat hujan lokal yang akan berlangsung hingga pertengahan Agustus 2010," ujarnya.

Diprediksi hujan lokal yang terjadi itu hanya berlangsung hingga pertengahan Agustus 2010 saja, sementara dari Agustus akhir hingga Oktober 2010 akan memasuki musim penghujan sehingga cuaca akan berawan dan suhu panas yang mencapai 33 derajat celcius akan berkurang.

Heron menambahkan, meski masih hujan lokalan, namun masyarakat harus tetap waspada dengan adanya angin kencang dan puting beliung yang terjadi di pesisir pantai timur. (laporan rusman/ant)

 

 

Arsip Berita