Jumat, 25 Mei 2012
Ende: Harga Kebutuhan Pokok Bergerak Naik
Minggu, 18 Juli 2010 01:51
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 18/7 (SIGAP) – Sejumlah kebutuhan pokok di pasaran Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terus bergerak naik seiring dengan kenaikan harga taraf dasar listrik. Demikian dikatakan salah seorang anggota DPRD Ende Arminus Wasa di Ende, Minggu (18/7). Untuk itu, dirinya mengimbau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ende untuk segera menggelar operasi pasar guna menggendalikan harga yang kian mencekik leher masyarakat saat ini.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ende Raimundus Panda mengakui adanya kenaikan harga beberapa komoditas di pasaran Ende, namun belum terlalu mendesak untuk dilakukan operasi pasar.

"Saya sudah menugaskan sebuah tim untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di Pasar Potulando dan Pasar Mbongawani. Memang ada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga yang tidak wajar dan ada juga komoditas yang naik masih dalam batas tolerasi," katanya.

Komoditas yang paling mencolok mengalami kenaikan harga adalah bawang putih sekitar 24,18% atau sekitar Rp43.000/kg dari harga sebelumnya, gula pasir naik sekitar 15 %dari harga sebelumnya Rp10.000/kg, minyak goreng naik sekitar 7,69% dan tepung terigu sekitar 6,66%.

Sementara harga barang-barang kebutuhan lainnya seperti beras, telur ayam, daging ayam, daging sapi, jagung, susu, dan mentega, rata-rata mengalami kenaikan di bawah 5%.

Terkait dengan operasi pasar, Panda menegaskan, kenaikan harga barang-barang ini masih bisa diatasi dengan memberikan pengertian kepada pedagang.

Menurutnya, bila barang-barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan sampai di atas 25 %, secara otomatis dinasnya akan menggelar operasi pasar. Dirinya menambahkan, dinasnya sudah lakukan pertemuan dengan para pengusaha toko maupun kios, agar mereka tidak sesuka hati menaikkan harga barang.

Sampai saat ini, pihaknya juga belum menemukan adanya upaya penimbunan barang oleh para pengusaha, sementara kenaikan harga sejumlah komoditas yang ada umumnya didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan catatan SIGAP, menjelang puasa dan hari Raya Idul Fitri ada kecenderungan kenaikan sejumlah kebutuhan pokok. Kenaikan harga itu hampir terjadi diseluruh daerah di Indonesia.

Setidaknya hal ini juga disampaikan pakar ekonomi Sulawesi Utara, Dr Agus Tonny Poputra. Agus menilai bahwa kenaikan bahan pangan yang terjadi di beberapa daerah termasuk provinsi ini karena makin dekatnya bulan puasa.

"Fenomena ini selalu terjadi setiap kali menjelang bulan puasa (Ramadhan) dan hari-hari besar keagamaan. Para pedagang dan agen kebutuhan sehari-hari berlomba-lomba memperbanyak persediaan barang. Akibatnya harga-harga ikut terdongkrak," kata Agus di Manado, Sabtu (17/7).

Berdasarkan pantauan SIGAP, di Manado harga bawang putih masih di kisaran Rp40 ribu per kg padahal normalnya hanya Rp20 ribuan. Begitu juga cabai atau rica masih di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram padahal biasanya hanya di kisaran Rp12 ribu per kg-nya. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita