Jumat, 25 Mei 2012
Pengusaha Kamboja Tertarik Datangkan Kopi Produksi Jateng
Sabtu, 17 Juli 2010 05:41
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 17/7 (SIGAP) - Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Soehardjono Sastromihardjo, mengungkapkan, pengusaha berasal dari negeri yang terkenal dengan Candi Angkor Wat itu tertarik terhadap kopi produksi Jawa Tengah. "Pengusaha Kamboja tertarik untuk mendatangkan kopi berasal dari Jawa Tengah, khususnya jenis kopi luwak," kata Soehardjono, di Semarang, Jumat.

Menurut Soehardjono, pengusaha berasal dari Kamboja tertarik terhadap aroma kopi yang dihasilkan oleh petani dari provinsi itu.

Dirinya menjelaskan, selama ini Kamboja mendatangkan kopi dari Vietnam.

"Namun, seiring penurunan produksi kopi Vietnam, pengusaha di Kamboja tertarik dengan kopi Indonesia, terutama dari Jawa Tengah," katanya.

Soehardjono mengatakan, untuk merealisasikan niat tersebut, kedutaan besar akan mengajak para pengusaha berasal dari Kamboja berkunjung ke Jawa Tengah guna melihat secara langusng produksi kopi provinsi itu.

Dalam kunjungan yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2010 tersebut, juga akan dipastikan kesepakatan dagang kedua wilayah.

Dikatakannya,hubungan perdagangan antara kedua negara itu cukup dekat, mengingat sebagian besar produk impor yang beredar di Kamboja berasal dari Indonesia.

Data yang dihimpun AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) menyatakan, secara nasional  pada tahun kopi 2008/2009 realisasi ekspor kopi mencatat volume 401.120.066 kg dengan nilai USD773.553.197,86. Realisasi ekspor kopi sebanyak itu terdiri atas jenis kopi Arabika sebanyak 56.735.911 kg (USD224.072.445,18), kopi Robusta 330.523.013 kg (USD497.927.795,39) jenis Roasted 63.575 kg (USD92.294,00), jenis Soluble 389.391 kg (USD1.424.653,00), dan jenis kopi lainnya 13.408.275 kg (USD50.036.197,86).

Ekspor kopi Arabika terbanyak ditujukan ke USA dengan volume 31.253.335 kg senilai USD135.113.728,00, disusul ke Jepang sebanyak 7.030.996 kg dengan nilai USD30.884.903,02, dan ke Jerman sebanyak 3.402.260 kg dengan nilai USD9.229.610,00.

Sedangkan ekspor kopi Robusta terbanyak ditujukan ke Jerman dengan volume 60.896.376 kg senilai USO84.919.489,50, disusul ke Jepang sebanyak 30.527.442 kg dengan nilai USD55.521.220,60, dan ke USA sebanyak 29.910.380 kg dengan nilai USD41.203.768,30.

Sebelumnya, Pemerintah Jawa Tengah siap mengambil keuntungan dari pelaksanaan program "Sister Temple Province" antara pemerintah provinsi itu dengan Provinsi Siem Reap, Kamboja.

Kesempatan itu, katanya, menjadi salah satu keuntungan bagi Jawa Tengah untuk mengirimkan sejumlah produk unggulan seperti kopi, tekstil, dan batik.

Menurutnya, kebijakan Kamboja dalam mengembangkan sektor pariwisata khususnya Candi Angkor Wat, juga perlu ditiru oleh Jawa Tengah dalam pengembangan kepariwisataan Candi Borobudur.

“ Angkor Wat dikunjungi hingga tiga juta wisatawan mancanegara per tahun, sedangkan Borobudur hanya 300 ribu wisman,” ungkapnya.

Berbagai keuntungan atas kerja sama antara dua provinsi itu akan disesuaikan dengan kebutuhan di dua wilayah. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita