Jumat, 25 Mei 2012
Cianjur: BPN "Jemput Bola" Pengurusan Sertifikat
Sabtu, 17 Juli 2010 01:11
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 17/7 (SIGAP)- Mobil Larasita milik Badan Pertanahan Nasional Cianjur, Jabar, memberi pelayanan gratis dalam pengurusan sertifikat tanah dengan cara "jemput bola." "Jemput bola" pengurusan sertifikat tersebut dilakukan sebagai upaya percepatan pendataan, pasca terbakarnya kantor BPN Cianjur, setahun yang lalu, kata Ketua Tim I Pemulihan Data Wilayah Kecamatan Karangtengah Budi Suparto di Cianjur, Kamis.

Akibat peristiwa kebakaran tersebut, seluruh dokumen atau arsip pertanahan, buku tanah, surat ukur, peta-peta, warkah, dan lain-lain, hangus.

Ketua Tim I Pemulihan Data wilayah Kecamatan Karangtengah, Budi Saputro bersama anggota tim, menggunakan mobil Larasita, mendatangi warga di Perumahan Ciherangkencana, Karangtengah.

Kegiatan tesebut menurut Budi, dalam rangka penyerahan sertifikat pengganti pasca terbakarnya, kantor pertanahan Cianjur tanggal 26 Mei 2009.

Akibat musibah tersebut, selama kurang lebih 6 bulan, tugas pokok dan fungsi kantor Pertanahan Cianjur dan kegiatan pelayanan pertanahan sempat terganggu.

Transaksi jual beli tanah, kegiatan perbankan yang menggunakan tanah sebagai modal usaha, sempat mengalami stagnasi atau kevakuman.

"Padahal berdasarkan asas kepatutan dan ketentuan hukum kepentingan dan keperluan masyarakat tidak boleh terganggu," katanya.

Dirinya menuturkan, terbitnya Peraturan Kepala BPN RI Nomor 6 Tahun 2010, tentang penanganan bencana dan pengembalian hak-hak masyarakat, atas asset tanah di wilayah bencana, dijadikan pedoman atau payung hukum bagi BPN Cianjur.

Untuk melakukan pemulihan tugas pokok dan fungsinya BPN Cianjur, selain merehabilitasi, data tersebut dapat berfungsi kembali sebagai rujukan (referensi) BPN dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Tidak hanya itu, Budi menututurkan, pada anggaran DIPA tahun 2010 BPN RI, memberi dana untuk pemulihan data sertipikat hak atas tanah yang arsipnya musnah terbakar.

"Dalam tahun ini, ditargetkan 12.900 bidang Hak Atas Tanah di Cianjur yang arsipnya musnah terbakar akan dipulihkan datanya," tuturnya.

Bagi warga yang hendak mengurus kembali, tuturnya, masyarakat pemegang hak atas tanah yang arsipnya musnah terbakar, mengajukan permohonon pemulihan data dengan melampirkan sertifikat hak atas tanah asli.

Larasita adalah program BPN (Badan Pertanahan Nasional) yang melayani masyarakat dengan mendatangi langsung rumah-rumah masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

Sejak diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Klaten Jawa Tengah 2008, menurut Joyo Winoto Kepala BPN, dalam laporannya mengatakan bahwa terhitung tahun 2008 program ini dikembangkan secara nasional, dan pada akhir tahun 2008 telah siap sebanyak 124 armada Larasita dan 248 sepeda motor yang akan beroperasi di 124 kabupaten/kota di seperempat wilayah Indonesia.

"Program ini telah mendapat apresiasi yang besar dari Bank Dunia dengan menyebutnya pioneering mobile land information services," ujar Joyo Winoto.

Tahun 2009, lanjutnya, akan dibangun lagi Larasita di 134 kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Dengan demikian pada akhir tahun 2009 lebih dari 60 persen wilayah Indonesia terlayani Larasita, tambahnya pada indonesia.go.id. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita