Jumat, 25 Mei 2012
Bengkulu: Ekspor 3 Komoditi Capai 10,74 Juta Dollar
Jumat, 16 Juli 2010 15:38
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/7 (SIGAP) - Bengkulu selama bulan Juni 2010 mampu meraih devisa 10,74 juta dollar AS dari ekspor batu bara, karet, dan cangkang. 

Kepala Bidang Perdagangan Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Bengkulu, Yanuar Agus, di Bengkulu, Kamis, mengatakan ekspor ketiga komoditas itu sebanyak 125.627 ton.

Volume ekspor dari komoditas tersebut meningkat dari bulan Mei 2010 yang mencapai 110.414 ton dan menghasilkan devisa sebesar 8,64 juta dollar.

Bahan yang telah diekspor dari daerah ini merupakan kekayaan daerah yang dapat dijadikan kebanggaan bagi masyarakat di daerah ini, sehingga dengan kegiatan usaha dagang antarnegara tersebut mampu mendongkrak perekonomian domestik, katanya.

Angka ekspor Bengkulu akan meningkat setiap bulan jika masyarakat penghasil komoditi tersebut menjual bahan itu kepada pengusaha di daerah ini.

Tentunya petani maupun pedagang pengumpul tidak akan menjual barang itu ke luar daerah jika daya beli pengusaha daerah ini lebih tinggi dari daerah lain, katanya.

Seperti diberitakan Beritadaerah.com, pada tahun sebelumnya (2009), untuk komoditi batubara, cangkang kelapa sawit dan karet, dengan volume seluruhnya 944.948 ton dan menghasilkan devisa 65,352 juta dolar Amerika serikat (US), kata Kepala Bidang Perdagang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Prindag) Provinsi Bengkulu Ali Musramin, saat itu.

Tiga komoditi itu terdaftar ekspor terhitung mulai Januari hingga Oktober 2009 masing-masing karet sebanyak 17.480 ton dengan nilai 26.776 juta dolar US.

Komoditi batubara tercatat 786.272 ton menghasilkan devisa 31.945 juta dolar AS dan cangkang kelapa sawit sebanyak 141.194 ton menghasilkan devisa sebesar 6.630 dolar AS.

Dari tiga komoditi itu, dua komoditi di ekspor melalui pelabuhan pulau Baai Bengkulu yaitu batubara dan cangkang kelapa sawit, sedangkan karet melalui pelabuhan laut Palembang.

Komoditi non migas Bengkulu selama 2009 banyak dikapalkan melalui pelabuhan Teluk Bayur, Sumbar seperti minyak kelapa sawit mental (CPO), sedangkan karet dari pelabuhan laut Bombaru Palembang.

Sedangkan komoditi lainnya tidak terdata lagi di daftar ekspor, karena pengapalan melalui provinsi lain, karena pelabuhan pulau Baai sampai sekarang masih dangkal.

Data dihimpun dari Dinas Prindag menunjukan, komoditi non migas Bengkulu dikirim ke berbagai negara tujuan, misalnya karet olahan ke Amerika Serikat (AS), Jepang, Australia, Jerman, Italia dan Perancis.

Minyak kelapa sawit diekspor ke negara tujuan Italia dan Belanda, sedangkan cangkang kelapa sawit merupakan ekspor andalan baru Bengkulu dijual ke negara tujuan Thailand.

Sementara komoditi batubara yang awalnya sebagai ekspor andalan Provinsi Bengkulu dijual ke negara tujuan Malaysia, Filipina dan Thailand.

Menurut catatan, komoditi ekspor Bengkulu sejak 1998 sampai 2003 sebanyak 12 jenis yakni kopi biji asalan, jahe segar, manggis, damar, kakao (coklat), karet, jahe asinan, wooden pallet, rotan furniture, bambou shot, moulding/floring, nenas kaleng dan batubara.

Tujuh komoditi yang hilang itu akibat pengusahanya tidak aktif dan kurangnya persediaan bahan baku, misalnya buah manggis hanya bisa dipasarkan secara lokal, karena persediaannya relatif sedikit, namun muncul komoditi ekspor baru yakni CPO dan lainnya. (laporan wa prasetya/ant)

 

 

Arsip Berita