Jumat, 25 Mei 2012
KUR: Sampai Juni BNI Capai Rp1,74 Triliun
Jumat, 16 Juli 2010 09:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta,16/7 (SIGAP) - BNI hingga Juni 2010 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,74 triliun kepada 9.435 usaha kecil di seluruh Indonesia

terutama yang bergerak di sektor usaha perdagangan, rumah makan dan pertanian.

Dirut BNI Gatot M Suwondo dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (15/7) menyebutkan, KUR untuk sektor perdagangan dan rumah makan mencapai 66%, sektor pertanian dan sarana pertanian 22%, sektor jasa 6%, industri pengolahan 4%, sektor transportasi dan komunikasi 2%, dan sisanya untuk sektor-sektor lainnya.

"Untuk tahun ini, BNI menargetkan pertumbuhan KUR sebesar Rp1 triliun," kata Gatot.

Dijelaskannya, dalam penyaluran kredit usaha kecil dan menengah, BNI telah didukung dengan jaringan yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air, yaitu 51 sentra kredit kecil (SKC), 114 unit kredit kecil (UKC), 20 sentra kredit menengah (SKM), 64 kantor cabang tunggal, 57 cabang syariah dan didukung 980 kantor layanan.

Untuk meningkatkan layanan kepada debitor kredit usaha kecil, BNI telah mengimplementasikan teknologi secara online sehingga memungkinkan proses aplikasi kredit usaha kecil menjadi lebih cepat dan mudah. Selain BNI Kredit Usaha Rakyat, BNI juga memiliki produk kredit lainnya yang ditujukan para usaha kecil, yaitu kredit BNI Wirausaha, kredit BNI Usaha Berkembang, dan kredit BNI Usaha Maju.

Khusus KUR BNI di Jawa Timur, Gatot mengatakan hingga Juni telah mencapai Rp130 miliar untuk 993 usaha kecil di propinsi tersebut.

BNI KUR merupakan produk kredit BNI dengan plafon hingga Rp500 juta untuk usaha kecil yang layak, namun belum disetujui bank. Pembiayaan mendapat fasilitas penjaminan dari perusahaan penjamin yang telah ditunjuk pemerintah, yaitu PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo) dan Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Gatot menambahkan bahwa penyaluran KUR ini merupakan bentuk keseriusan BNI dalam membantu pemerintah dalam memberdayakan usaha kecil sekaligus untuk meningkatkan porsi kredit BNI untuk segmen usaha kecil dan menengah.

“Kami berharap bahwa fasilitas kredit ini juga menjadi salah satu rangsangan bagi pengembangan perekonomian daerah di Propinsi Jawa Timur dengan berbasis pada pengembangan usaha kecil dan pemberdayaan wirausahawan baru,” katanya.

BNI menyalurkan KUR dengan 3 pola penyaluran, yaitu disalurkan langsung kepada debitor, disalurkan melalui koperasi, dan disalurkan melalui perusahaan inti untuk usaha plasma/binaan.

Program KUR telah digulirkan pada awal bulan November tahun 2007. Sedangkan tujuan pembentukan program KUR adalah untuk mempercepat pembangunan sektor riil dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah, peningkatan akses pembiayaan kepada UMKM dan koperasi serta penanggulangan kemiskinan melalui perluasan kesempatan kerja.

Pemerintah dalam melakukan program KUR telah menganggarkan dana yang cukup besar yakni mencapai Rp20 miliar untuk setiap tahunnya, sehingga dana berjalan dalam program KUR hingga tahun 2010 kedepan mencapai Rp60 triliun.

Dalam pelaksanaannya pemerintah telah menunjuk 6 bank pelaksana kredit usaha rakyat yakni BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Bukopin dan Bank Syariah Mandiri, sementara kredit tersebut juga mendapatkan penjamin dari pemerintah melalui Askrindo (Asuransi Kredit Indonesia) dan Jamkindo (Jaminan Kredit Indonesia). (laporan wa prasetya/ant)

 

 

Arsip Berita