Jumat, 25 Mei 2012
Bangunan Liar di Bantaran Sungai Citarum Ditertibkan
Jumat, 16 Juli 2010 07:01
AddThis Social Bookmark Button

 

Jakarta, 16/7 (SIGAP) -  Sejumlah bangunan liar di bantaran Sungai Citarum di lokasi banjir Kampung Cieunteung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, ditertibkan.

Selain itu, bantaran sungai di lokasi langganan banjir itu pun ditinggikan sekitar satu  meter dari sebelumnya.

 

"Sudah dua hari ini bantaran Sungai Citarum di sini (Cieunteung) ditinggikan, selain itu bangunan liar yang sebelumnya dibangun di sana juga dibongkar," kata Didi (45) salah seorang warga Kampung Cieunteung Baleendah.

Sebelum ditertibkan, bantaran Sungai Citarum di dekat jembatan Citarum di perbatasan Kecamatan Bojongsoang dan Baleendah banyak dipakai membangun gubuk dan warung-warung kecil meski terdapat papan pengumuman lahan itu tidak boleh dipakai untuk mendirikan bangunan apa pun.

Selain itu juga dipakai untuk penyimpanan kayu-kayu gelondongan milik pengusaha penggergajian di sana. Sementara itu sebuah alat berat berupa "backhoe" hilir mudik mengangkat tanah dari bantaran Sungai Citarum sehingga lebih tinggi dari sebelumnya.

Bantaran bagian dalam sungai itu mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur dalam dua tahun terakhir ini. Kawasan Cieunteung merupakan salah satu kawasan paling sering dilanda banjir pada musim penghujan.

Menanggapi adanya penertiban tersebut, Khotimi Bahri, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bandung, mengharapkan agar proses tersebut hendaknya dilakukan dengan cara-cara persuasive dan manusiawi. “Bagaimana pun, penghuni di bantaran Sungai Citarum adalah warga Negara Indonesia yang harus pula mendapat perlakuan yang manusiawi,” katanya kepada SIGAP, Jumat (16/7).

Aktivis kepemudaan ini menghimbau agar Pemrov Bandung,  segera  mengambil kebijakan untuk menanggulangi banjir di kawasan Cieunteung yang nyaris datang setiap tahun. “Misalnya, selain merevitalisasi  sungai juga memprogramkan pembangunan rumah susun bagi warga, yang dianggarkan dalam APBD,”katanya. (laporan Sofyan Badrie/ant)

 

 

Arsip Berita