Jumat, 25 Mei 2012
BPLS: Peninggian Jalan Porong Selesai September
Jumat, 16 Juli 2010 06:14
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/7 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menjamin proses peninggian di Jalan Raya Porong selesai sebelum Lebaran atau awal September 2010 menyusul proses pengerjaan saat ini sudah memasuki tahap akhir.

Wakil Kepala Humas BPLS Akhmad Kusairi, Rabu, mengatakan, pengerjaan peninggian Jalan Raya Porong saat ini sudah mencapai 40% dari seluruh tahapan pengerjaan peninggian.

"Saat ini proses peninggian Jalan Raya Porong sudah mencapai tahapan `cement treated base`(CTB)," katanya.

Dirinya mengemukakan, tahapan ini merupakan bagian dari proses peninggian jalan setinggi satu meter.

"Setelah dilakukan tahapan CTB, tahapan paling akhir yaitu pengaspalan yang dengan ketebalan aspal sekitar 19 sentimeter," katanya.

Peninggian Jalan Raya Porong merupakan upaya perbaikan kerusakan infrastruktur jalan akibat adanya penurunan permukaan jalan.

"Kami menjamin, proses peninggian Jalan Raya Porong bisa diselesaikan sebelum Lebaran tiba," katanya.

Akhmad Kusairi mengatakan, jika targetnya tidak meleset, proses pengerjaan peninggian tersebut bisa diselesaikan pada saat bulan Ramadhan atau Agustus 2010.

"Intinya pada saat Lebaran nanti sudah tidak ada lagi proses pengerjaan peninggian yang bisa menggangu arus pemudik Lebaran yang melintas di Jalan Raya Porong," katanya.

Dirinya menjelaskan, pemasangan CTB tersebut perlu dilakukan sebelum proses pengaspalan.

Setelah peninggian menggunakan material tanah setebal 60 sentimeter maka selanjutnya diberi CTB setebal 30 sentimeter sebelum masuk pada proses pengaspalan setebal 10 sentimeter.

Akhmad Kusairi menambahkan, setiap hari pekerjaan pemasangan CTB ini bisa mencapai panjang 300 meter. Diperkirakan waktu satu bulan untuk menyelesaikan jalur kanan kiri sepanjang 1 km.

"Diharapkan pada musim mudik Lebaran tahun 2010 jalan arteri Porong yang sudah ditinggikan bisa dilalui oleh pengendara," katanya.

Pria yang akrab dipanggil Arik ini menjelaskan, Pemasangan CTB ini membutuhkan waktu proses yang agak lama dibandingkan dengan proses yang lain.

"Tidak sama seperti peninggian menggunakan material tanah, karena proses pengeringan yang memerlukan waktu relatif lebih lama," katanya.

Hal ini dikarenakan bila jalur yang sudah di-CTB langsung dilewati oleh kendaraan, maka CTB ini akan rusak dan pengeringannya pun tidak maksimal dan bisa berimbas pada hasil kerja fisik jalan yang tidak kokoh.

"Pemasangan ini dimulai dari jalur sebelah utara eks gerbang pintu keluar Tol Porong yang menuju Malang," katanya.

CTB  adalah campuran semen, air, serta agregat halus dan kasar yang melalui proses gradasi laboratorium. Bahan-bahan tersebut dicampur dengan alat khusus yang dapat menghasilkan campuran beton setengah basah dengan kadar air minimum (slump nol).

Rekayasa Lalu Lintas
Disinggung arus lalu lintas yang macet akibat pekerjaan ini, dirinya mengatakan, sudah dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian wilayah setempat untuk membantu rekayasa lalu-lintas jika terjadi kemacetan di jalur yang sedang dikerjakan.

"Kami sadar bahwa dalam proses pekerjaan peninggian jalan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan para pengendara seperti jalanan berdebu dan menimbulkan kemacetan," katanya.

Pihaknya juga berharap pengguna jalan bisa mengerti bahwa hal ini tidak akan berlangsung lama, sementara pekerjaan relokasi jalan arteri Porong terus dipercepat. (laporan wa prasetya/ant)

 

 

Arsip Berita