Jumat, 25 Mei 2012
Pemkab Murung Raya: Terima 70.000 Bibit Terambesi
Kamis, 15 Juli 2010 07:57
AddThis Social Bookmark Button

 

Jakarta, 15/7 (SIGAP) – Sebanyak 70.000 bibit pohon terambesi diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Pohon bantuan yang berasal dari Kementerian Kehutanan ini merupakan bagian kegiatan gerakan menanam satu miliar pohon.

 

Rencananya, puluhan ribu bibit terambesi ini menurut  Kepala Dinas Kehutanan Murung Raya (Mura) Sipet Hermanto, akan dikembangkan untuk ditanam di daerah tersebut.

Menurut Sipet, untuk mendukung kegiatan penghijauan lahan kritis, mencegah erosi akibat kebakaran hutan, dan mengurangi emisi gas karbon hingga 26% ini Pemkab Murung Raya segera menyiapkan kebun bibit desa (KBD) yang secara nasional ada di 8.000 desa di seluruh Indonesia.

KBD dijadikan sebagai lokasi penyediaan bibit yang akan ditanam di lahan yang menjadi kawasan gerakan menanam secara serentak di Tanah Air.

"Kami siap mendukung gerakan menanam pohon satu miliar ini dengan mengembangkan bibit pohon bantuan itu untuk lebih banyak lagi," katanya.

Dijelaskan Sipet, gerakan menanam satu miliar pohon dikembangkan di kawasan hutan desa dengan dilengkapi titik koordinat, dan di kawasan hutan yang tidak produktif di wilayah hutan rakyat atau hutan tanaman rakyat serta tidak menerbitkan alih fungsi dari perkebunan menjadi hutan rakyat.

Menurutnya, di Murung Raya, kawasan yang menjadi lokasi penanaman pohon itu berada di kawasan lahan yang tidak produktif lagi, diantaranya di eks hak pengusahaan hutan (HPH) maupun lahan yang telah dimanfaatkan masyarakat sebagai ladang juga kemungkinan untuk reklamasi bekas pertambangan batu bara dan emas.

Sipet menambahkan, Pemkab Murung Raya akan segera menyosialisasikan ke semua pihak betapa pentingnya arti sebatang pohon bagi kehidupan manusia. Pasalnya, pohon dapat mengurangi emisi gas karbon hingga 26% mencegah pemanasan global. Untuk itu, dirinya mengharapkan dukungan dan pastisipasi dari semua pihak.

Berdasarkan catatan SIGAP, dalam melaksanakan program itu pemerintah pusat telah mengalokasikan dana sebesar Rp400 miliar untuk pembuatan bibit dan mengembangkan hutan desa seluas 50.000 hektare.

Indonesia memiliki luas hutan tropis terbesar ketiga di dunia, yaitu seluas seluas + 138 juta Ha. Namun belakangan, Indonesia termasuk pada urutan terbesar negara berkembang emisi dari deforestasi.

Berdasarkan hasil penelitian para ahli, bahwa deforestasi menyumbang 18% dari emisi GHGs total dunia, 75% berasal dari negara berkembang. Diperkirakan emisi dari deforestasi di negara berkembang akan terus meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dan untuk keperluan pembangunan.

Untuk menyukseskan program ini, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.21/Menhut-II/2010 tentang Panduan Penanaman Satu Miliar Pohon (One Billion Indonesian Tress).

Sejatinya, program ini diperkuat oleh 3 dasar pelaksanaan, yakni Keputusan Presiden RI. Nomor 24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional;, Amanat Presiden RI. pada acara Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional (HMPI-BMN) tanggal 8 Desember 2009 di Pasir Malang, Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Propinsi Jawa Barat; dan Komitmen Indonesia pada KTT Perubahan Iklim Tahun 2009 di Kopenhagen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26% - 41% pada tahun 2020.

Isu perubahan iklim global bukan merupakan cerita belaka, akan tetapi sudah menjadi suatu kebenaran. Berbagai dampak perubahan iklim telah nyata dirasakan tidak hanya di Indonesia, akan tetapi di seluruh dunia. Agaknya, sudah selayaknya  masyarakat mendukung program tersebut. (laporan rusman/ant)

 

 

Arsip Berita