Kamis, 24 Mei 2012
Korban Bencana Belu Dapat Bantuan dari Pemprov NTT
Kamis, 15 Juli 2010 05:26
AddThis Social Bookmark Button

 

Jakarta, 15/7 (SIGAP) – Korban banjir di Kabupaten Belu, wilayah yang berbatasan dengan negara Timor Leste telah mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Emanuel Kara di Kupang, Kamis (15/7).  "Kita sudah mengirim bantuan darurat berupa beras, mie instan, ikan sardin dan puluhan terpal ke lokasi bencana di Belu, setelah menerima laporan dari pemerintah setempat," katanya.

Terkait dengan kerugian yang menimpa para korban, Emanuel mengatakan, berdasarkan laporan, diperkirakan total kerugian akibat banjir bandang di wilayah Belu bagian selatan pada 1 Juli lalu itu diperkirakan mencapai Rp9,4 miliar.

Akibat bencana banjir itu sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, diantaranya jembatan, deker, jalan raya, areal pertanian, peternakan, dan rumah warga yang hanyut diseret banjir.

Berdasarkan catatan, wilayah 5 kecamatan di Belu bagian selatan, yakni Weliman, Malaka Barat, Malaka Tengah, Kobalima, dan Kobalima Timur merupakan wilayah "langganan" banjir setiap tahunnya. Pasalnya, wilayah tersebut merupakan sebuah dataran rendah dan muara dari Sungai Benanain.

"Setiap puncak musim hujan, Benanain meluap dan mengancam warga di lima kecamatan tersebut," katanya menegaskan.

Pada tahun ini, menurut Emanuel, bencana banjir justru menimpa warga saat memasuki awal musim kemarau. Pasalnya, hujan masih mengguyur wilayah selatan Pulau Timor hingga pertengan Juli ini.

Sungai Benanain ini membentang dengan hulu di Kabupaten Kupang, melewati wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Belu yang berbatasan dengan negara Timor Leste.

Emanuel menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan pembahas penanganan pascabanjir dengan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk memilah mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT Andre W. Koreh mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan dana dari dua sumber, yakni dari dana penanggulangan bencana alam atau pos anggaran tak tersangka sebesar Rp2,5 miliar untuk memperbaiki 3 titik jalan yang rusak akibat banjir.

Dana sebesar Rp2,5 miliar itu, lanjut Andre, untuk mengalihkan jalan baru dari poros lama sepanjang 2,8 km, guna menghindari kerusakan yang sama pada tiga titik tersebut pada tahun-tahun mendatang.

Sejauh ini belum ada bantuan dari pemerintah pusat untuk para korban karena tim dari Departemen Sosial kemungkinan dalam pekan ini baru akan meninjau lokasi bencana. (laporan rusman/ant)

 

 

Arsip Berita