Tomohon,21/02 (SIGAP) - Peringatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terbukti. Gunung Lokon di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara kembali meletus, Selasa (21/02). Erupsi terjadi pada pukul 11.52 WITA yang disusul dengan letusan kedua pada pukul 11.56 WITA.
“Letusan debu vulkanik tidak terlihat, namun hanya terdengar seperti bunyi gemuruh dari kawah," terang Jemmy Runtuwene, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon.
Dikemukakannya, 6 jam sebelum terjadi letusan, terpantau peningkatan aktifitas gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal di gunung tersebut. alat pemantau mencatat sebanyak 115 kali gempa terjadi. “Bila ditotal sejak peningkatan gempa Senin pukul 16.00 WITA mencapai 400 kali," katanya.
Warga di kelurahan terdekat dengan kawah Tompaluan, Gunung Lokon seperti Kelurahan Kinilow I, Kinilow dan Kakaskasen I, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon hanya mendengar bunyi gemuruh yang tidak terlalu keras.
Pada Senin malam, Kepala PVMBG DR Surono telah memberikan peringatan adanya peningkatan aktifitas kegempaan di Gunung Lokon. Peningkatan aktifitas tersebut berpotensi diikuti dengan letusan dari Kawah Tompaluan.
Melalui pesan singkat yang diterima SIGAP, Surono mengatakan, kegempaan vulkanik Gunung Lokon, terpantau meningkat sejak pukul 16.00 WITA. "Apabila kegempaan terus meningkat kemungkinan berpotensi diikuti dengan letusan/erupsi," ujar dia.
Kepada pihak-pihak terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemda setempat diminta untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi, jika terjadi ancaman bahaya erupsi dari Gunung Lokon.
Surono kembali menjelaskan bahwa Lokon berstatus Siaga. "Masyarakat tidak diperkenankan untuk beraktivitas dalam radius 2.5 km dari Kawah Tompaluan. Kami harap ini dipatuhi," tandas dia. (lap har/pol)
|