Kamis, 24 Mei 2012
Politeknik Manado Kewalahan Tampung Mahasiswa Baru
Rabu, 14 Juli 2010 04:10
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/7 (SIGAP) - Politeknik Negeri Manado, Provinsi Sulawesi Utara, kewalahan dengan tingginya minat calon mahasiswa yang mendaftar di kampus tersebut,

sedangkan daya tampung kampus sangat terbatas.

"Kuota kursi Politeknik Negeri Manado tahun ini hanya 640 orang mahasiswa, sedangkan yang mendaftar hingga Selasa sudah mencapai 760 orang calon mahasiswa," kata Direktur Politeknik Negeri Manado, Ir Jemy J Rangan melalui juru bicaranya, Efendy Rasyid di Manado, Selasa (13/7).

Terbatasnya kuota kursi penerimaan mahasiswa baru ini, menurut Efendy, tidak hanya disebabkan daya tampung kampus terbatas tetapi Politeknik semata-mata tidak hanya mengedepankan kuantitas melainkan kualitas.

Kualitas yang dimaksud, ujarnya, terkait dengan tanggungjawab Politeknik dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas setelah lulus dari Politeknik Manado.

"Kita tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas lulusan jika mereka nantinya terjun di masyarakat. Itu sebabnya diharapkan semua alumni Politeknik Negeri Manado yang sudah tersebar di beberapa perusahaan baik di dalam maupun di luar Sulut harus memberikan yang terbaik dengan memperlihatkan kualitasnya, sebab ini terkait dengan nama Politeknik," ujarnya.

Efendy menjelaskan, orientasi pendidikan Politeknik Negeri Manado tetap berpegang pada misi yakni menjadi penyelenggara pendidikan tinggi profesional terkemuka yang dihormati dan disegani di kawasan Timur Indonesia.

Politeknik ujarnya, juga harus menjadi pusat pendidikan dan pelatihan serta pusat pengembangan teknologi tepat guna yang memberi kontribusi nyata bagi mobilisasi industri.

"Oleh sebab itu kami tetap akan mempertahankan dan berusaha menghasilkan lulusan profesional dengan daya saing tinggi yang dibentuk dari proses pendidikan di dalam kampus. Inilah misi kami begitu pula agar tetap menghasikan lulusan profesional yang memiliki keunggulan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.

Dengan tingginya minat masuk ke Politeknik Negeri Manado, kata Efendy, menunjukkan kalau Politeknik masih dipercaya agar lulusannya bisa diterima di manapun.

"Apalagi kini Politeknik memiliki jurusan pariwisata yang sedang digandrungi karena terkait dengan program pemerintah menjadikan Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia," katanya.

Jurusan pariwisata ini terdiri dari program studi perhotelan, underwater ecotourism dan program studi usaha perjalanan wisata.

Selain jurusan pariwisata jurusan-jurusan seperti teknik sipil, teknik elektro, teknik mesin, akuntansi dan jurusan administrasi bisnis masih banyak diminati mahasiswa.

"Untuk jurusan teknik elektro terutama program studi teknik informatika peminatnya lebih menonjol padahal daya tampungnya terbatas hanya 60 mahasiswa. Ini terkait dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat jadi wajar jika pelamarnya cukup banyak," katanya.

Sebagai perbandingan, Politeknik di Singapura diakui memberi kontribusi yang besar bagi kemajuan bangsa. Di antara 5 politeknik negeri di Singapura, Politeknik Singapura (Singapore Polytechnic/ SP) adalah yang pertama dan tertua, didirikan tahun 1954.

Seperti dilaporkan niasonline.com, pendirian SP dimaksudkan untuk mencetak ahli teknologi dan profesional guna mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi negara pulau itu, sekaligus menjadi lembaga pendidikan profesional kelas dunia.

Sejak awal, SP telah berkembang seiring kemajuan Singapura yang menjadi negara modern. Karena itu, lulusan SP harus memiliki kompetensi tinggi, inovatif, bermental wirausaha, dan memiliki komitmen pada proses belajar seumur hidup.

Ada 3  tujuan utama yang ingin dicapai oleh SP, yaitu keunggulan dalam pendidikan dan latihan, keunggulan dalam manajemen, serta lingkungan belajar yang kondusif.

Untuk mencapai ketiga tujuan itu, ada beberapa nilai dasar yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar di SP, antara lain disiplin, bertanggung jawab, memiliki integritas, terbuka, peduli, dan menaruh minat.

Mengingat usianya tertua dan menjadi ujung tombak serta pelopor pendidikan yang mengutamakan profesionalitas, maka SP menjadi pendorong keempat politeknik negeri lainnya untuk maju. Berbagai peralatan yang selalu up to date bahkan terus diperbarui mengikuti perkembangan dan pertumbuhan dunia industri, mendorong politeknik yang lain mengikuti langkahnya.

Didukung 1.500 pengajar berkualitas dari beragam bangsa, mereka bersatu membuat SP melesat bak anak panah.

Kini jumlah mahasiswa SP sekitar 16.000. Mereka belajar pada 63 program diploma dan pascadiploma pada jurusan bisnis, ilmu hayat, kimia, elektronik dan teknik listrik, desain dan lingkungan, teknologi informasi dan komunikasi, teknik mekanik, manufaktur, dan kemaritiman.

Selama 50 tahun menyelenggarakan proses belajar mengajar, SP sudah memiliki 130.000 lulusan, tersebar menjadi pemimpin berbagai sektor industri, eksekutif pada perusahaan, wirausahawan, dan sebagainya, kata Inne Ongkodjojo dari Singapore Tourism Board untuk bidang pendidikan. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita