Kamis, 24 Mei 2012
Minut Diminati Investor Dalam dan Luar Negeri
Selasa, 13 Juli 2010 12:00
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/7 (SIGAP) – Pasca pemekaran Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, terus mengalami kemajuan terutama terkait masuknya investasi  ke daerah tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Kabupaten Minahasa Utara, Drs Fanny Kawatu melalui Sekretarisnya Deydi T Item, Senin. Diinformasikan, setidaknya 45 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ikut menanamkan investasi di Minut dan sebanyak 22 perusahaan merupakan Penanaman Modal Asing (PMA).

Berdasarkan data tahun 2009, PMDN sebanyak 45 perusahaan tersebut yang sudah merealisasikan rencana investasinya sebesar 24% sedangkan dari 22 PMA yang ada baru 18% yang merealisasikan.

Sementara data BPM mencatat, sejumlah investor tersebut banyak bergerak di bidang perdagangan jasa, peternakan, dan pertanian.

Tingginya minat perusahaan asing maupun dalam negeri, kata Deydi, karena Minut merupakan kawasan yang potensial baik dari sisi geografis yang berada di tengah-tengah antara Kota Bitung dan Kota Manado maupun tanahnya yang masih luas.

"Lahan di Minut masih sangat luas dan belum tergarap maksimal. Misalnya saja lahan di Kecamatan Wori seluas 300 hektar yang kini telah habis hak guna usahanya oleh PT Nyiur Wicaksana. Di sana selama perusahaan yang akan berinvestasi bergerak untuk ekonomi kerakyatan pasti akan diterima masyarakat," ujarnya.

Deydi menjelaskan, ditahun 2010 ini investasi di Minut yang tampak berkembang pesat adalah sektor properti. Ini bisa dilihat dari adanya peningkatan pembangunan kawasan perumahan di tiap kecamatan yang terus tumbuh. Begitu juga pembangunan hotel dan ruko yang sedang berlangsung dan sudah beroperasi tampak berkembang pesat.

"Ini tentu sangat menggembirakan bagi dunia investasi di Minut. Gairah investor seperti ini harus kami jaga dengan memberikan jaminan dalam hal keamanan, kemudahan, dan informasi penentuan wilayah yang tepat untuk berinvestasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kerjasama Ketut Kolak menjelaskan, kehadiran investor di Minut akan sangat membantu dalam lapangan kerja di daerah tersebut. Perusahaan-perusahaan besar (PMDN) seperti PT Bangun Wenang Beverage, PT Chen Woo Fhishery, PT Unicotin, PT Charon Phokphan, PT Satwa Utama Raya, PT Royal Cocounut dan PT Dimembe Nyiur Agripro banyak mempekerjakan tenaga kerja lokal.

Hal juga dilakukan oleh PMA besar seperti PT Kima Bajo Resort dan Spa, Cocotinos, Chiappini, dan PT Cusson Indonesia dengan membantu para pekerja di Minut bekerja diperusahaannya. Agaknya, Minut ditahun-tahun mendatang akan terus mengalami peningkatan seperti daerah-daerah lain yang lebih dulu marak dengan investasi. (laporan Rusman/ant)

 

 

Arsip Berita