Kamis, 24 Mei 2012
Pengangguran di Minahasa Utara Meningkat
Selasa, 13 Juli 2010 03:41
AddThis Social Bookmark Button

 

Jakarta, 13/7 (SIGAP) - Sejak tiga tahun terakhir, jumlah angkatan kerja di Minahasa Utara tiap tahun terus meningkat hingga mencapai 52.337 orang.

Hal ini antara lain akibat minimnya program pemerintah setempat untuk pengurangan pengangguran.

 

"Tahun 2010 ini tak ada program pemerintah yang terkait dengan bantuan untuk pengurangan tenaga kerja seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi ES Singal melalui Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan dan Transmigrasi Lena Katuuk di Minahasa Utara, Senin (12/7).

Dirinya mencontohkan tentang penciptaan wirausaha baru maupun padat karya produktif yang merambah hingga ke daerah Talawaan dan Dimembe. Alasannya sangat klasik, karena tak adanya dana untuk program tersebut.

Adanya peningkatan angkatan kerja, kata Katuuk, selain minimnya program-program pemerintah dan swasta karena banyaknya lulusan baru yang akan mencari kerja, juga tahun ke tahun jumlah pencari kerja mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data, tahun 2007 pencari kerja mencapai 5.398 orang naik menjadi 5.542 pada tahun 2008. Tahun 2009 membengkak menjadi 5.893 orang yang sedang mencari pekerjaan.

"Peningkatan yang signifikan ini tentu menjadi pemikiran kami untuk mencari langkah-langkah produktif agar para pencari kerja tidak frustasi," kata Katuuk.

Peningkatan angkatan kerja di Minahasa Utara ini memang mencemaskan. Apalagi jelas Katuuk, setiap tahunnya jumlah perusahaan bukannya mengalami peningkatan melainkan sebaliknya semakin berkurang.

Berdasarkan data, tahun 2008 perusahaan menengah mencapai 100 unit, turun pada 2009 menjadi 40 unit. Begitu pula dengan jumlah perusahaan kecil jumlahnya makin mengecil, dari sebelumnya sebanyak 333 unit tahun 2009 menjadi 289 unit.

"Apalagi perusahaan besar makin memprihatinkan dari sebelumnya tahun 2008 sebanyak 19 buah kini tinggal 11 perusahaan. Karena itu kesempatan kerja benar-benar semakin sempit dan persaingan makin ketat," ujarnya.

Dirinya menyarankan agar para pencari kerja lebih kreatif tak hanya mencari kerja tapi juga menciptakan lapangan kerja. Karena menurutnya, dengan jumlah angkatan kerja yang setiap tahunnya mengalami kenaikan para pencari kerja juga pasti akan meningkat.

Hingga saat ini Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Minahasa Utara mencatat penduduk kerja mencapai 64.489 orang, masing-masing terdiri dari 50.413 orang penduduk bekerja berjenis kelamin laki-laki dan sisanya 18.076 perempuan.

Berkaca dari visi perekonomian Kabupaten Aceh Utara, seperti dilansir acehutara.go.id upaya peningkatan perekonomian dilakukan dengan berbagai strategi. Diantaranya, mengembangkan dan meningkatkan produksi padi, palawija dan hortikultura melalui pemanfaatan lahan-lahan potensial dan lahan-lahan terlantar.

Meningkatkan pembinaan dan pengembangan kualitas sumberdaya, sarana, dan prasarana pertanian. Meningkatkan pembinaan penangkar benih serta mengoptimalkan peranan balai benih/kebun bibit yang ada.

Menyediakan peralatan penunjang produksi pertanian sesuai kebutuhan dan spesifikasi lokasi. Memberdayakan kelompok petani/lembaga tani melalui penyediaan pinjaman lunak (bantuan permodalan), bimbingan teknis produksi, pembinaan kemitraan kelompok, dan penyuluhan lainnya. Melakukan pelatihan teknis produksi dan manajemen.

Melaksanakan magang pengusaha/perajin IKM ke sentra-sentra IKM yang telah maju. Melakukan pelatihan pengembangan disain produk.  Mengembangkan penerapan gugus kendali mutu kepada IKM. Melakukan pengenalan terhadap mesin dan peralatan produksi yang modern dan tepat guna. Mengakses informasi pasar, promosi, dan menjalin hubungan perdagangan luar negeri.

Membangun dan membina koperasi yang berorientasi bisnis serta membuka peluang-peluang investasi melalui penyediaan informasi tentang potensi dan produk unggulan daerah. Memperluas objek PAD (pendapatan asli daerah) dan menjalin kerjasama antar dinas/badan/kantor dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah.

Membangun dan mengembangkan kawasan terisolir dan kawasan cepat tumbuh secara produk. Membangun lintasan baru bagi angkutan perintis ke daerah terpencil guna membuka isolasi daerah.  Meningkatkan kualitas BUMD yang mengarah kepada orientasi bisnis. Mengoptimalkan pengembangan dan pembinaan objek-objek wisata.

Inovasi  tersebut diatas di harapkan mampu membuka lapangan kerja baru. (laporan wa prasetya/ant)

 

 

Arsip Berita