Kamis, 24 Mei 2012
UBH Latih 320 Orang Fasilitator Rekonstruksi Gempa
Senin, 12 Juli 2010 03:35
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/7 (SIGAP) - Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta (UBH) Padang memberikan pelatihan dan pendidikan bagi 320 orang

petugas rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan ditugaskan membantu masyarakat korban gempa pada 30 September 2009 di Sumatera Barat.

Dalam pelatihan ini, para petugas dibekali ilmu-ilmu rekonstruksi sebagai bekal bertugas di lapangan dalam mendampingi masyarakat korban gempa membangun rumahnya, kata Dekan FTSP UBH, Ir Hendri Warman, MSCE di Padang, Minggu (11/7).

Pelatihan selama tiga hari dimulai sejak 7 juli 2010 dan berakhir pada 10 Juli 2010 yang dilaksanakan di kampus FTSP UBH.

Petugas yang dilatih terdiri dari 150 orang untuk tenaga fasilitator bidang teknik dan 170 orang untuk fasilitator bidang pemberdayaan, tambahnya.

Hendri menjelaskan, pelatihan oleh FTSP UBH adalah bentuk kepercayaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman Sumatera Barat (Sumbar).

Dirinya mengatakan, pelatihan dan pembekalan bagi fasilitator sangat penting dilakukan karena mereka di lapangan melakukan peranan penting terhadap masyarakat, sedangkan mereka umumnya sarjana yang baru tamat dan memerlukan pembekalan lebih soal kepemimpinan dan komunikasi kelompok.

Selama pelatihan, para fasilitator ini diberi pembekalan oleh para dosen UBH dengan materi antara lain, tentang pembangunan rumah berbasis masyarakat, penyusunan anggaran biaya, pengawasan dan perbaikan rumah dan tatacara perbaikan rumah rusak akibat gempa.

Peserta pelatihan juga akan dibekali dengan perencanaan teknis rumah tahan gempa dan isu-isu lokal dalam pembangunan rumah.

Selain itu, juga diberikan pembekalan tentang mekanisme pencairan dana bantuan gempa, dasar-dasar komunikasi dengan masyarakat, pengelolaan pengaduan masyarakat, pemantauan, evaluasi, pelaporan dan sistem informasi, perencanaan/fasilitas persiapan pekerjaan di lapangan, katanya.

Sejumlah wilayah di Sumbar dilanda gempa 7,9 SR diikuti tanah longsor menyebabkan kerugian material ditaksir mencapai Rp21,58 triliun.

Kerugian terbesar dialami akibat kerusakan perumahan milik masyarakat yang mencapai 74 persen dari total Rp21,58 triliun itu, dimana berdasarkan hasil verifikasi final yang menyebutkan sebanyak 249.833 unit rumah milik masyarakat rusak akibat gempa dan tanah longsor.

Kategori kerusakan terdiri dari 114.797 unit rusak berat atau roboh rata dengan tanah, 67.198 unit rusak sedang dan 67.838 unit rusak ringan.

Kerugian terbesar dialami karena kerusakan pada komponen bidang ekonomi produktif mencapai 11%, lalu komponen sosial 7% dan komponen infrastruktur 5%.

Kerusakan lainnya yang menimbulkan kerugian adalah pada komponen lintas sektor terutama pada kantor pemerintahan yang mencapai kerugian 3% dari total Rp21,58 triliun tersebut, tambahnya.

Sedangkan kerugian berdasarkan kepemilikan aset yang rusak, diketahui 89 % adalah milik swasta dan masyarakat serta 11% milik pemerintah.

Materi yang tidak kalah penting, sesungguhnya, menurut Asisten Sataf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial Dan Bencana (SKP BSB), Erick Ridzky, adalah mengenai mitigasi bencana sebagai panduan dasar dalam menganalisis situasi bencana yang terjadi.

Materi tersebut penting mengingat cakupan bencana yang terjadi, penyebab, mekanisme kerusakan, efek terhadap manusia atau sumber daya lain. Serta upaya meminimalisasi efek dari bencana.

“Kedepan pelatihan diharapkan juga memberikan keterampilan menangani bencana berbasis pada komunitas dan sumberdaya lokal. Secara praktek  pelatihan juga memasukkan simulasi tentang cara mengurangi risiko bencana alam. Setiap individu diharapkan memiliki kepekaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana. Kepekaan dan kewaspadaan tersebut harus dilatih kepada setiap individu,” jelas Erick.

Tujuannya agar dapat diimplementasikan dalam berbagai situasi bencana yang mungkin bisa terjadi dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, kata Erick menambahkan.(laporan wa prasetya/ant)

 

 

Arsip Berita