Kamis, 24 Mei 2012
Produksi CPO Bengkulu Meningkat Sebesar 25,3%
Minggu, 11 Juli 2010 15:17
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/7 (SIGAP) – Produksi Crude Palm Oil (CPO) Provinsi Bengkulu meningkat sebesar 25,3% dari tahun sebelumnya atau sebanyak 1,8 juta ton selama tahun 2009.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu Risman Sipayung, di Bengkulu, Minggu (11/7) mengatakan, Produksi CPO Bengkulu setiap tahun terus meningkat seiring bertambahnya luas areal panen tanaman kelapa sawit baik milik perusahaan perkebunan maupun masyarakat daerah ini.

Dirinya menjelaskan, produksi CPO tersebut dihasilkan oleh 13 pabrik CPO yang tersebar di sejumlah kabupaten di Bengkulu.

Produksi CPO yang dihasilkan Bengkulu itu, kata Risman, selain dijual ke dalam negeri juga di ekespor ke sejumlah negera Asia dan Eropa. Pengapalan CPO tujuan ekspor dilalukan melalui pelabuhan laut tetangga Bengkulu, seperti pelabuhan Tanjung Api-Api, Palembang dan Teluk Bayur, Sumbar.

Pasalnya, hingga saat ini pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu masih mengalami pendangkalan, sehingga kapal ukuran besar tidak bisa merapat ke daerah ini. Sedangkan CPO yang dipasarkan ke dalam negeri diangkut melalui jalan darat ke tempat tujuan.

Tercatat, luas areal perkebunan kelapa sawit di Provinsi Bengkulu 114.922 hektare, yang terdiri dari kebun sawit milik rakyat 81.690 hektare dan milik perusahaan perkebunan swasta seluas 32.961 hektare. Kebun sawit seluas ini menghasilkan sebanyak 2,3 juta ton tandan buah segar (TBS) per tahun.

Disebutkan, tanaman sawit seluas ini tersebar di sejumlah kabupaten di Bengkulu, di antaranya Muko-Muko, Bengkulu Utara, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur, Rejang Lebong, Benteng dan Kabupaten Lebong.

Harga TBS di Bengkulu saat ini masih stabil antara Rp1.000-Rp1.200 per kg. Harga sebesar ini masih seimbang dengan biaya perawatan dan pembelian pupuk yang dikeluarkan petani.

Dikatakan Risman, minat masyarakat Bengkulu untuk mengembangkan tanaman kepala sawit masih tinggi, sehingga luas tanaman tersebut di daerah ini baik milik perusahaan maupun rakyat terus meningkat setiap tahunnya.

Agar produksi dan kualitas biji sawit yang dihasilkan sesuai standar, Risman mengimbau masyarakat Bengkulu yang baru memulai mengembangkan tanaman sawit agar menggunakan bibit yang bersertifikasi.

Produksi CPO Indonesia

Berdasarkan pantauan SIGAP, secara umum produksi minyak sawit mentah atau CPO Indonesia pada tahun 2010 diprediksi masih bisa mengalahkan Malaysia. Indonesia diprediksi akan mampu memproduksi CPO hingga 23,2 juta ton pada tahun 2010 atau naik 2,5 juta ton (10,7%) dibandingkan tahun 2009.

Sementara itu, Malaysia diprediksi mampu memproduksi 18,2 juta ton CPO pada 2010, naik 3,5% dibandingkan tahun 2009. Sehingga total kenaikan produksi CPO dari 2 negara produsen terbesar ini mencapai 3,1 juta ton dibandingkan tahun 2009 yang sebesar 2,3 juta ton.

Kenaikan produksi CPO di Indonesia terutama disebabkan karena ekspansi dan membaiknya panen. Tanaman-tanaman sawit yang ditanam pada awal 2006 dan 2007 kini mulai bisa dipanen.

Diprediksi total konsumsi CPO naik 6,9% menjadi 48,45 juta pada tahun 2010. Sehingga secara 2 tahun berturut-turut, konsumsi melebihi produksi CPO.

Permintaan dari 3 importir CPO utama yakni China, India dan Uni Eropa diprediksi masih kuat selama tahun 2010. Ekspor CPO global diprediksi naik 7,7% menjadi 38,15 juta ton. Kenaikan ekspor ini terutama didorong oleh Indonesia, meskipun ada pengenaan bea keluar 3%.

Ekspor CPO Indonesia diprediksi naik 16% menjadi sekitar 18 juta ton. Sementara Malaysia dengan kenaikan produksi yang lebih kecil diprediksi akan mengurangi ekspornya menjadi hanya 834.000 ton. (laporan rusman/ant/dtkf)

 

Arsip Berita