Kamis, 24 Mei 2012
Gubernur NTB: Jangan Bangga Penurunan Angka Kemiskinan
Minggu, 11 Juli 2010 08:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 11/7 (SIGAP) - Gubernur Nusa Tenggara Barat KH M Zainul Majdi mengatakan, penurunan angka kemiskinan di daerah ini pada tahun 2010 cukup tinggi yaitu mencapai angka 1,23 poin. Namun Zainul Majdi mengingatkan, jangan terlalu bangga dengan keberhasilan tersebut. Pasalnya, masih cukup banyak persoalan yang dihadapi."Penurunan angka kemiskinan di NTB tahun 2010 di atas rata-rata nasional dan merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir, namun kita tidak boleh terlalu bangga dengan keberhasilan tersebut, karena masih banyak persoalan yang kita hadapi di daerah ini," katanya pada acara Isra` Mi`raj di Mataram, Jumat.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) penurunan angka kemiskinan tahun 2009 hanya 0,89 poin.

NTB berada pada urutan keenam dari tujuh provinsi yang mengalami penurunan angka kemiskinan diatas 1 poin. Ketujuh provinsi tersebut yakni Sulawesi Utara 1,88 poin, Gorontalo 1,82 poin, Sulawesi Barat 1,71 poin, Jawa Timur 1,42 poin, Lampung 1,28 poin, NTB 1,23 poin dan Jawa Tengah 1,16 poin.

Tahun 2009 jumlah penduduk miskin di NTB sebanyak 1.050.948 jiwa atau 22,78 persen dan tahun 2010 turun menjadi 1.009.352 jiwa atau 21,55%, ini berarti terjadi penurunan cukup signifikan, yakni sebanyak 41.596 jiwa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, H. Soegarenda, MA, mengungkapkan kepada Global FM, terdapat 7 provinsi yang tercatat mengalami penurunan angka kemiskinan diatas 1 point. Ketujuh provinsi tersebut, yakni Sulawesi Utara 1,88 point, Gorontalo 1,82 point, Sulawesi Barat 1,71 point, Jawa Timur 1,42 point, Lampung 1,28 point, NTB 1,23 point dan Jawa Tengah 1,16 point. Artinya, NTB berada di urutan keenam nasional penurunan angka kemiskinan.

”Dimana tahun 2009 jumlah penduduk miskin di NTB sebanyak 1.050.948 jiwa atau 22,78% dan tahun 2010 menjadi 1.009.352 jiwa atau 21,55%. Artinya, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sekitar 41.596 jiwa atau 1,23 poin.” ungkap H. Soegarenda, MA, ditemani Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangungan Setda NTB, H. M. Nur, SH, MH, Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB, L. M. Faozal, saat menggelar jumpa pers di Media Centre kantor Gubernur NTB, Selasa (7/7).

Soegarenda menyebutkan, jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan mencapai 552.617 jiwa dan di pedesaan 456.735 jiwa. Jika dilihat dari kualitas kemiskinan, maka dapat dibedakan menjadi 2 indeks, yakni kedalaman dan keparahan kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan bulan maret 2010 mencapai 3,77 atau lebih rendah dari bulan maret 2009 sekitar 5,15. Selanjutnya, indeks keparahan kemiskinan bulan maret 2010 mencapai 1,01 atau lebih rendah dari bulan mei 2009 sebesar 1,68.

"Penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan tersebut menunjukkan bahwa perjuangan dan kerja keras kita selama ini menunjukkan hasil, ke depan kita harus lebih bekerja keras lagi dalam rangka terus mengurangi angka kemiskinan di NTB," ujarnya pada acara yang juga dihadiri Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Ahmad Mukhlis Yusuf.

Zainul mengatakan, terkait dengan peringatan Isra` Mi`raj Nabi Muhammad SAW banyak hal yang bisa dipetik terutama dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

"Apapun yang kita hadapi dalam memajukan NTB harus dilaksanakan dengan penuh keteguhan hati dan terus berinovasi, dengan cara ini insya-Allah daerah ini akan mencapai kemajuan sebagaimana kita harapkan bersama," ujarnya.  (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita